Lebak, aktual.com – 10. Ribu Hektare lahan industri disiapkan Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya mempercepat strategi hilirisasi sumber daya alam (SDA) guna mendorong pertumbuhan ekonomi, menyerap tenaga kerja lokal, dan menekan angka kemiskinan di Kabupaten Lebak, Banten.
Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menargetkan pengembangan kawasan industri hijau dan ramah lingkungan seluas 10.000 hektare yang tersebar di 13 kecamatan.
Robertus Erwin, Analis Kebijakan Madya DPMPTSP Lebak, mengungkapkan, hilirisasi menjadi kunci peningkatan nilai tambah komoditas daerah agar tidak lagi dijual dalam bentuk mentah.
“Potensi SDA harus diolah di daerah sendiri agar memberikan nilai tambah ekonomi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya, Rabu (8/4/2026) kemarin.
Sejumlah sektor unggulan disiapkan untuk hilirisasi, meliputi,peternakan, pertanian, perikanan, perkebunan, hingga pertambangan. Komoditas yang diproyeksikan berkembang antara lain industri Virgin Coconut Oil (VCO), Crude Palm Oil (CPO), pengolahan ikan tuna – cakalang-tongkol (TCT), udang, jagung (maizena), karet (ban kendaraan), hingga singkong (tapioka), kopi, dan cokelat.
Selain itu, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga mulai menampung gabah petani melalui fasilitas Rice Milling Unit (RMU) untuk meningkatkan produksi beras lokal dan memperluas pasar ke luar daerah.
Pemkab Lebak juga menjanjikan kemudahan perizinan investasi melalui sistem digital guna menarik investor dalam dan luar negeri.
“Kehadiran investor akan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus membuka lapangan kerja dan mempercepat pengentasan kemiskinan, sesuai arahan Bupati Leb,” kata Robertus.
Dari sisi infrastruktur, Lebak dinilai semakin kompetitif dengan dukungan Tol Serang–Panimbang (Serpang) jalur Commuterline Rangkasbitung-Jakarta, serta kedekatan dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Suta). Sejumlah Proyek Strategis Nasional seperti Kota Baru Maja dan Bendungan Karian juga menjadi pengungkit investasi.
Pemkab optimistis dalam dua hingga empat tahun ke depan, arus investasi akan meningkat signifikan seiring kemudahan akses dan kepastian perizinan.
“Kawasan industri hilirisasi ini diharapkan menjadi motor ekonomi baru di wilayah tengah Lebak,” pungkasnya. (Ade)
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















