Medan, Aktual.co — Panasnya suhu politik menjelang dan saat pelaksanaan Kongres Demokrat di Surabaya sedikit mereda. Pasalnya, SBY akan maju sebagai calon tunggal Ketua Umum tanpa pesaing.
Menanggapi itu, pengamat politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Rudianto Nurdin mengaku tak heran. Selama berdirinya Demokrat, SBY sebagai pendiri hanya membentuk kader-kader bonsai.
“Memang 10 tahun SBY berhasil membonsai tokoh-tokoh politik di Demokrat sehingga tidak sebesar dia, ini mirip dengan pola Mega di PDI Perjuangan,” ujar Rudianto kepada Aktual.co di Medan, Selasa (12/5).
Menurut Rudianto, di Demokrat sebenarnya banyak tokoh yang bisa diandalkan. Tapi, pola yang dibangun oleh SBY menyebabkan peran-peran kader itu tidak muncul dan terlihat.
“Sehingga selalu, apapun masalahnya muaranya ke SBY. Ini membuat kader-kader menjadi kerdil, seolah opini publik positif selalu mengarah ke SBY dan kader lain tidak kedengaran sepak terjangnya,” katanya.
Melemahnya kekuatan politik Demokrat disebabkan bangunan yang tidak berlandaskan ideologi. Demokrat dibangun hanya dengan kekuatan ketokohan.
“Saya kira disitu kelemahan partai yang tidak dibangun berdasarkan ideologi yang kuat, hanya didasarkan ketokohan. SBY disitu kegagalannya, tidak berhasil selama 10 tahun menjadikan kendaraan politik ini terkader hingga ke bawah, wajar setelah tidak berkuasa, kesulitan mencari kader dilapangan,” tukasnya.
Kondisi Demokrat itu mungkin saja sebagai alasan kuat bagi SBY sendiri untuk kembali memimpin Demokrat. 

Artikel ini ditulis oleh: