Dalam " Karnaval Budaya Disabilitas " mendesak Komisi VIII DPR RI untuk segara membahas dan mensahkan RUU Penyang Disabilitas

Makassar, Aktual.com – Sebanyak 100 peserta penyandang disabilitas dari tujuh Provisi di Indonesia mengikuti kompetisi dalam Jambore Teknologi Informasi di Makassar, Sulawesi Selatan.

“Tujuan kegiatan ini adalah menyiapkan Sumber Daya Manusia di bidang TI untuk generasi muda penyandang disabilitas,” kata Pelaksana tugas Direktur Balai Penyedia dan Pengelolaan Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika Kominfo, Jamuri di Makassar, Minggu (20/11).

Menurut dia saat membuka Jambore IT, kompetisi ini digelar agar para pemuda dan pemudi memiliki kemampuan dan kompetensi yang bisa di manfaatkan dan membantu dalam meningkatkan keterampilan berbasis Teknologi Informasi.

Dengan adanya kegiatan ini, lanjut dia, pihaknya berharap dapat dimanfaatkan bagi para peserta. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan literasi Teknologi Informasi bagi generasi muda penyandang disabilitas.

Selain itu kegiatan ini merupakan upaya Kementerian Kominfo melalui Badan Penyedia dan Pengelola Pembiyayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemkominfo.

“Sesuai dengan pengembangan program yang memenuhi hak-hak penyandang disabilitas yang tercantum dalam Undang-undang.”

Kemkoinfo, lanjut dia, berusaha untuk mewujudkan akses bagi siapa saja yang membutuhkan informasi bermutu melalui TI. Kegiatan pelatihan dilaksanakan akan memacu potensi mereka pemanfatan TI dalam berkreasi.

“Ke depan para generasi muda penyandang cacat ini bisa memanfaatkan peluang bisnis pemanfaatan TI untuk kebutuhan yang lebih banyak seperti membuat aplikasi, program dan lainnya agar bermanfaat bagi orang lain.”

Sementara Koordinator Balai Pelatihan dan Riset Teknologi Infomasi Komunikasi Kemkoinfo Fadhilah Mathar mengatakan ketiatan ini dilaksanakan di lima pulau besar di Indonesia. “Lima Pulau tersebut yakni Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Papua dan Sumatera. Ini yang keempat, bersamaan dengan di Banjarmasin dan terakhir dilaksanakan di Jakarta.”

Untuk kompetisi ini ada dua, perorangan dan kelompok. Untuk kelompok masing masing ditempatkan peserta tuna rungu, tuna daksa dan tunanetra. Perlombaan meliputi word, exel i-life map, scrash, loging serta animasi dan desain.

“Lomba ini menarik utamanya pada kelompok, di mana akan digabungkan tiga penyandang disabilitas. Mereka akan berkolaborasi untuk memenangkan kompetisi, pemenang akan dibawa ke Jakarta untuk kompetisi selanjutnya sekaligus memperingati hari disabilitas.”

“Hari ini ada 100 perserta dari tujuh provinsi, Sulsel, Sulbar, Sulteng, Sulut, Gorontalo, NTB dan NTT.”

Tujuan dari kegiatann ini, agar anak-anak diikutkan dalam pembangunan inklusif, dan mereka ingin diberdayakan, sebab mereka juga bisa dihargai karena produktifitasnya bisa dibangkitkan melalui TI, apalagi memerlukan mobilitas rendah.

“Jadi dengan internet mereka bisa membuka toko online, membuat program dan aplikasi. Di Korea, ahli komputernya dari tuna rungu karena mempunyai produktivitas tinggi, inilah kita dorong bagiamana anak ini bisa berprestasi dan bisa masuk dunia kerja.”

(Wisnu)