Sejumlah kendaraan antre masuk ke dalam kapal di Pelabuhan Merak

Jakarta, Aktual.com – Sebanyak 126.276 penumpang tercatat menyeberang dari Pulau Jawa menuju Sumatera melalui lintasan Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, dan BBJ Bojonegara pada periode H-10 hingga H-8 Idul Fitri 1447 Hijriah. Pergerakan pemudik mulai terlihat sejak Jumat (13/3/2026) seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran.

Data Posko Merak menunjukkan jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 155.161 orang, atau turun sekitar 18,6 persen.

Operator penyeberangan PT ASDP Indonesia Ferry memastikan layanan transportasi laut tetap disiapkan secara optimal untuk menghadapi lonjakan arus mudik dalam beberapa hari ke depan, khususnya di lintasan utama Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan mobilitas masyarakat mulai meningkat secara bertahap menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Menjelang Hari Raya Idul Fitri, mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia mulai meningkat. Pergerakan pemudik yang hendak menyeberang dari Jawa menuju Sumatera di lintasan Merak–Bakauheni mulai menunjukkan dinamika,” kata Heru dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (15/3/2026).

Ia menegaskan jalur Merak–Bakauheni merupakan salah satu simpul transportasi paling vital yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera, sehingga kesiapan layanan penyeberangan menjadi prioritas utama selama periode angkutan Lebaran.

ASDP telah melakukan sejumlah langkah antisipatif, mulai dari penguatan operasional kapal hingga peningkatan fasilitas layanan di kawasan pelabuhan.

“Kami terus melakukan berbagai persiapan mulai dari penguatan operasional hingga optimalisasi fasilitas pelabuhan guna memastikan perjalanan masyarakat dapat berlangsung tertib dan lancar,” ujar Heru.

Selama periode angkutan Lebaran, jumlah kapal yang dioperasikan di lintasan Merak–Bakauheni disesuaikan dengan tingkat kepadatan arus kendaraan dan penumpang. Saat ini sekitar 28 hingga 33 kapal dioperasikan setiap 24 jam untuk melayani pengguna jasa.

Selain itu, ASDP menerapkan pola operasional tiba, bongkar, dan berangkat (TBB) guna mempercepat proses pelayanan di pelabuhan sehingga pergerakan kapal menjadi lebih efisien.

Dari sisi fasilitas, ASDP juga meningkatkan sejumlah layanan pendukung seperti penyediaan customer service selama 24 jam, penambahan garbarata Express II di lintasan Merak–Bakauheni, penyediaan toilet portable, serta penguatan penerangan dan sistem kelistrikan di area pelabuhan.

Perusahaan juga menghadirkan shuttle bus listrik di kawasan pelabuhan untuk mempermudah mobilitas pengguna jasa, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.

Corporate Secretary ASDP Windy Andale menambahkan pihaknya juga menyediakan 20 unit angkutan umum gratis untuk memperkuat konektivitas transportasi menuju pelabuhan.

“Distribusi armada tersebut menyesuaikan pergerakan penumpang yang datang secara bertahap dari perjalanan kereta api,” kata Windy.

Ia menjelaskan layanan tersebut melayani sejumlah rute penghubung seperti Stasiun Cilegon–Stasiun Kerenceng, Stasiun Kerenceng–Stasiun Merak, hingga Stasiun Cilegon–Stasiun Merak selama periode 13–16 Maret 2026.

Sementara itu, dari arah Sumatera menuju Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton Port, dan BBJ Muara Pilu, tercatat 97.385 penumpang telah menyeberang pada periode yang sama, turun 9,4 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 107.541 orang.

ASDP menegaskan pemantauan operasional akan terus diperkuat guna memastikan arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih tertib, lancar, dan aman bagi masyarakat.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi