Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 15 penyandang disabilitas di Indonesia meraih gelar doktor, kata Direktur Rehabilitasi Sosial Orang Dengan Kecacatan Kementerian Sosial Nahar di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (4/11).
“Ada yang berprofesi sebagai dosen, pengusaha, dan aktivis sosial,” ungkapnya.
Penyandang disabilitas yang mendapat gelar doktor seperti Ika Ismurdiawati, Irwanto, Didi Tarsidi, Harry, Saharudin Daming, Saleh, Basri Nursikumbang. Mereka penyandang polio, tuli, tuna netra, dan tuna daksa.
“Irwanto sekarang sudah mendapat gelar profesor. Sehari-hari dia menggunakan kursi roda karena menderita polio,” sambungnya.
Nahar mengungkapkan penyandang disabilitas yang mendapat gelar profesor dan doktor ini dapat menjadi penyemangat bagi penyandang disabilitas lainnya.
Para doktor itu merupakan bukti bahwa penyandang disabilitas dapat menjadi orang sukses dan berilmu.
“Doktor-doktor itu sebagai bukti penyandang disabilitas dapat bekerja dan meraih cita-cita,” imbuhnya.
Dia mengemukakan setiap 3 Desember Kementerian Sosial memberi penghargaan kepada organisasi yang peduli terhadap penyandang disabilitas.
“Penghargaan disiapkan untuk individu maupun organisasi sosial yang peduli terhadap penyandang disabilitas. Namun sampai saat ini baru beberapa organisasi yang peduli terhadap penyandang disabilitas,” imbuhnya.
Berdasarkan hasil survei sosial ekonomi Badan Pusat Statistik, pada 2012 terdapat 6.008.661 orang penyandang disabilitas. “Kemungkinan jumlahnya mengalami perubahan,” pungkasnya.

()