Dari kiri ke kanan, Direktur Puspol Universitas Negeri Jakarta, Ubeidillah Badrun, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti, Koordinator Koalisi Anti Utang (KAU), Dani Setiawan, Direktur IHCS, Ridwan dan Sekjen FITRA Yenni Sucipto, saat diskusi “Bangun Ekonomi Berdikari, Tidak Pada Kabinet Neoliberal di Jakarta, Jumat (17/10/2014). Diskusi ini menyoroti adanya nama Sri Mulyani muncul masuk dalam Kabinet Jokowi-JK muncul, mau gimana lagi membawa Indonesia ketidak mandirian lagi, bisa-bisa negara ini hancur. Sri Mulyani, tidak sesuai dengan amalan konstitusi, tidak sesuai pancasila yang menjadi sistem di negara kita. AKTUAL/TINO OKTAVIANO