Jakarta, Aktual.com — Kurs rupiah pada Rabu (13/1) pagi dibuka menguat 14 poin. Berdasarakan data bloomberg rupiah berada di level Rp13.895/USD. Sampai berita ini dimuat, posisi rupiah berada di level Rp13.852/USD.
Analis PT NH Korindo Securites Indonesia, Reza Priyambada menyebutkan, menjelang pengumuman sejumlah data ekonomi Indonesia, antara lain pengumuman suku bunga acuan perbankan (BI Rate), diprediksi laju rupiah diperkirakan akan menguat Rabu ini.
“Jadi menelang dirilisnya data-data ekonomi Indonesia, kami memperkirakan laju rupiah akan berada di support 14.050 dan resisten 13.850. Namun tetap berpeluang kembali menguat untuk menembus support,” kata dia dalam analisis harian yang diterima redaksi, Rabu (13/1).
Namun demikian, jelas dia, penurunan harga minyak mentah dunia ke level psikologis di area US$30 per barel masih tetap menghantui para pelaku pasar valuta asing (valas). Apalagi, yuan juga mengalami rebound setelah dilakukan intervensi oleh PBoC. Sehingga bertengger di zona positif.
Di samping itu, lanjut Reza, depresiasi dollar terhadap yuan akan memberikan kesempatan bagi mata uang emerging market, seperti Indonesia, untuk berbalik menguat. Maka potensi rupiah menguat sangat besar.
Sebelumnya, kata Reza, kendati laju rupiah di pasar spot tercatat menguat seiring membaiknya laju yuan dan terapresiasinya poundsterling, dollar Selandia Baru maupun dollar Canada, namun tetap ada kekhawatiran rupiah akan melemah dalam jangka pendek.
“Dan ternyata, kekhawatiran kami sebelumnya akan volatilitas rupiah terhadap dollar AS terjawab. Pada perdagangan kemarin rupiah berbalik melemah,” pungkas dia.
Laporan: Busthomi
Artikel ini ditulis oleh:

















