Jakarta, Aktual.com — Kurs rupiah pada awal pekan ini Senin (15/2) dibuka menguat tipis 18 poin di posisi Rp13.472/USD.
Kendati pada perdagangan pekan lalu rupiah sempat menguat, tapi pada perdagangan hari ini rupiah akan berbalik melemah.
Selain penguatan dollar AS akan menjadi penyebabnya, rilis data-data ekonomi yang dikeluarkan regulator juga akan memengaruhi laju rupiah.
“Pasca laju Rupiah mengalami kenaikan, kini mulai berbalik melemah seiring imbas kenaikan laju dolar AS,” jelas analis PT NH Korindo Securities, Reza Priyambada melalui analisis hariannya, Senin (15/2).
Sebelumnya, kata Reza, penguatan rupiah pekan lalu memang memberikan adanya harapan untuk dapat melanjutkan penguatannya dalam jangka pendek ini. Level penguatan yang sempat berada di 13.400-an memang sempat menjadi yang terkuat sejak tiga bulan terakhir.
“Namun laju rupiah diperkirakan dapat melemah. Apalagi jika rilis data-data ekonomi di awal pekan tidak begitu baik. Makanya para pelaku pasar perlu mewaspadai potensi pelemahan lanjutkan rupiah ini,” papar dia.
Pelemahan mata uang emerging market, termasuk Indonesia, lanjut Reza, selain dipicu kecemasan baru yang dirasakan pelaku pasar mengenai kesehatan perekonomian global namun, juga karena disebabkan oleh aksi profit taking para pelaku pasar tersebut.
“Jadi aksi penguatan rupiah sempat dimanfaatkan oleh pelaku pasar untuk hit and run sehingga aksi profit taking pun terjadi. Ini menyebabkan perdagangan rupiah pada hari ini mulai melemah,” terang dia.
Maka support support rupiah diperkirakan akan berada di level Rp13.500 serta resistennya di kisaran Rp13.400. “Namun, tetap cermati sentimen yang ada terhadap laju rupiah itu,” ingatnya.
Artikel ini ditulis oleh:

















