Jakarta, Aktual.com — Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago menilai surat larangan dari Fraksi Partai Golkar (FPG) kepada tenaga ahli dan staf ahli anggota DPR untuk terlibat dalam kampanye Bakal Calon Ketua Umum Golkar, sangatlah perlu.

Hal itu demi menjaga soliditas dan performa kerja anggota dan F-PG dalam tugas-tugas kedewanan.

“Ini kan bagus surat larangan tersebut, tenaga ahli jangan ikut terjun bebas ke wilayah politik atau sebagai tim sukses salah satu calon ketum golkar. Ada dugaan anggota DPR yang memakai staf ahli untuk pemenangan Ketum Golkar,” ujar Pangi di Jakarta, Senin (21/3).

Terkait hal itu, Pangi meminta para anggota DPR agar tidak memanfaatkan keberadaan tenaga ahli untuk kepentingan pencalonan Ketua Umum Golkar.

“Caketum Golkar jangan lupa amanah mereka jadi pejabat negara, jangan melanggar etika karena jabatan negara melekat pada diri mereka. Jangan menerima gratifikasi apapun bentuknya, contoh fasilitas pesawat privat jet, speedboad untuk menemui pemilik suara (DPD) Golkar di daerah,” tuturnya.

Para Calon Ketua Umum Golkar yang mayoritas merupakan anggota DPR disarankan fokus kepada masalah etik. Seperti, melaporkan harta kekayaan dan menjaga marwah kedewanan.

“Kalau internal, uruslah internal, tapi jangan lupa jabatan yang mengikat. Jangan manfaatkan jabatan. Dan jangan lupa juga sebagai pejabat, menunaikan kewajiban, seperti laporan LHKPN, bukankah pimpinan KPK Basaria sudah bilang, buat dan laporkan LHKPN sangat mudah,”

“Ikut kompetisi boleh, baik Novanto, Ade Komaruddin, Aziz Syamsuddin yang notabene pejabat negara, harus ingat posisi mereka. Jangan terpengaruh oleh tim sukses, baca undang-undang dan peraturan,” tandasnya.

()

()