Kupang, Aktual.co — Sedikitnya 283 keluarga di Desa Hoi, Kecamatan Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT) minum air dari kubangan yang biasa menjadi tempat minum ternak.
“ Warga minum air kubangan dengan cara mengalirkan air tersebut ke sebuah sumur kecil berjarak satu meter dari kubangan.Jarak antara kubangan dan sumur kecil itu juga berfungsi sebagai saringan sehingga air yang masuk ke dalam sumur terlihat bersih,”  kata Wakil Ketua DPRD Timor Tengah Selatan, Alex Kase yang dihubungi wartawan, Jumat (17/10).  Menurut Alex, air tersebut dibawa pulang ke rumah masing-masing kemudian dimasak sebelum diminum.
“Ini fakta yang kita temukan di lapangan. Awalnya saya tidak percaya ada warga yang minum air kubangan,” ujarnya.Kendati terlihat bersih, air kubangan tersebu terlihat berwarna hijau diduga terkontaminasi limbah ternak. Akan tetapi sejak minum air kubangan dua pekan terakhir, belum ada laporan warga yang sakit.
Menurut Alex, temuan warga minum air kubangan mengagetkan dan menyayat nurani. Padahal Timor Tengah Selatan merupakan daerah yang memiliki sumber air terbesar di Pulau Timor yang berhulu di Gunung Mutis. Kabupaten Timor Tengah Selatan juga pernah menjadi lokasi pengambilan gambar iklan salah satu perusahaan air minum.
Tokoh masyarakat setempat Markus Tamelab, minta bupati segera mencari solusi mengatasi krisis air bersih di desa tersebut. Pasalnya hampir seluruh sumber air mengering akibat kemarau sehingga satu-satunya pilihan warga ialah minum air dari kubangan.  
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur Tini Thadeus mengaku belum menerima laporan terkait warga minum air kubangan tersebut.
“Jika laporan itu benar, kami segera turun ke sana untuk membantu menyuling air agar air kubangan itu menjadi layak diminum,” kata Dia.

()