Pangkalanbun, Aktual.co — Kapten Laut (P) Danden SatKopaska Edy Tirtayasa mengatakan, saat ini ada 41 personel Pasukan Katak belum diterjunkan untuk melakukan operasi penyelaman bawah laut guna mencari korban pesawat AirAsia Q8501. Mereka disebar di kapal-kapal yang diperbantukan untuk menyisir wilayah perairan pada jarak 90-150 nm dari arah barat daya Teluk Kumai, Pangkalan Bun.
“Hingga saat ini kami belum menerjunkan personel ke bawah laut. Walaupun pintu darurat sudah ditemukan, belum tentu lokasinya sama dengan posisi badan utama pesawat,” kata Edy di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Jumat (2/1).
Komandan Tim Kopaska Teluk Kumai itu menyatakan, operasi pencarian di laut lebih sulit ketimbang di darat. Meski tim gabungan laut telah dilengkapi alat deteksi sonar, tidak berarti tim penyelam bawah laut bisa diterjunkan untuk membantu pencarian.
Meski demikian, Edy menegaskan timnya sudah terbiasa dengan cuaca paling buruk sekalipun. Penyelaman di tengah amukan ombak diakui Edy telah menjadi santapan sehari-hari Pasukan Katak.
“Cuaca buruk adalah kawan kami. Tapi pertanyaannya sampai kapan. Jenazah bisa membusuk di lautan. Persoalan evakuasi yang menjadi PR berat kami,” ujar Edy.
Diketahui, hingga hari keenam pencarian ini, Jumat (2/1), total sudah 22 jenazah dan beberapa serpihan pesawat AirAsia QZ8501 ditemukan di perairan Selat Karimata. Sebanyak 18 jenazah sudah diantarkan ke Surabaya untuk diidentifikasi secara lebih dalam di RS Bhayangkara, dan 4 jenazah dikabarkan masih berada di kapal bantuan asal Amerika Serikat (AS), USS Sampson.
Artikel ini ditulis oleh:
Nebby













