Jakarta, Aktual.co — Peringatan 41 tahun Peristiwa Malapetaka Lima Belas Januari (Malari) inginkan demokrasi Indonesia yang egaliter. Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Rinjani, anggota Indemo (Indonesia Demokrasi), Jakarta, Kamis (15/1).
Peringatan ini juga untuk menyegarkan kembali demokrasi yang dicederai oleh institusi pemerintahan. Salah satunya, kasus calon Kapolri yang ditetapkan sebagai tersangka KPK.
“Dengan adanya kasus calon kapolri yang ditetapkan sebagai tersangka, berarti demokrasi kita sudah carut-marut. Maka itu kita perlu menyegarkan kembali demokrasi saat ini”, ujar Rinjani, Jakarta, Kamis (15/1).
Rinjani juga menjelaskan peringatan peristiwa Malari kali ini dilaksanakan di Sukabumi, Jawa Barat.
“Di sana kita akan membedah krisis kenegaraan dan krisis demokrasi untuk Indonesia yang lebih baik”, katanya.
Artikel ini ditulis oleh:













