Peserta Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional XXVI dari 34 provinsi se-Indonesia saat tiba di Provinsi Maluku Utara pada Minggu (17/10/2021). (FOTO ANTARA/Abdul Fatah)

Ternate, aktual.com – Sebanyak 589 kafilah peserta Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional XXVI yang berasal dari 34 provinsi se-Indonesia mulai mengikuti perlombaan yang berlangsung di Sofifi, Ibu Kota Provinsi Maluku Utara pada Ahad (17/10) 2021.

“Adapun yang diperlombakan pada STQH dan Hafalan Hadist tingkat nasional XXVI adalah cabang tilawah, cabang tahfiz, cabang tafsir, hafalan hadits dengan sanad dan hafalan hadits tanpa sanad,” kata Ketua Bidang Publikasi dan Teknologi Informasi Panitia Daerah STQN Nasional XXVI Malut, Rahwan K Suamba kepada ANTARA, saat dihubungi dari Ternate, Minggu (17/10).

Menurut dia, seluruh rangkaian lomba dilaksanakan di Sofifi yang terbagi dalam beberapa tempat sebagaimana jadwal yang dikeluarkan panitia lokal STQH Nasional XXVI.

Kegiatan keagamaan bertaraf nasional itu secara resmi telah dibuka oleh Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas pada Sabtu (16/10) malam dengan jumlah peserta yang bakal mengikuti mata lomba STQ Nasional adalah 595 kafilah dari 34 provinsi di Indonesia.

Dia mengatakan khafilah dari 34 provinsi di Indonesia yang tiba di Sofifi sebanyak 589 orang, sedangkan jumlah total rombongan adalah 1.512 orang.

Sementara itu Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin melaporkan bahwa ajang STQH XXVI kali ini diikuti 589 peserta dari 34 Provinsi.

“Al-Quran menjadi pedoman dan tuntunan hidup bersama. Mari jadikan STQH tidak hanya sekadar syiar, namun menjadi penghayatan dalam kehidupan sehari,” katanya.

Pihaknya berharap Al Quran bukan hanya sekedar untuk dibaca sebagai tekstual, namun juga dapat dimaknai dan menjadi pedoman kehidupan.

“Selamat bagi semua peserta STQH, semoga apa yang kita laksanakan hari ini bisa menambah semangat keberislaman dan berdampak positif terhadap pembangunan nasional. Semoga Allah Swt melimpahkan rahmat-Nya dan senantiasa membimbing kita semua dalam bekerja membangun umat, bangsa, negara dan kemanusiaan,” demikian Kamaruddin Amin.

 

(Antara)

(Rizky Zulkarnain)