Orang-orang bermain di jalan tergenang banjir setelah mereka pindah dari rumah mereka di Biyagama, Sri Lanka, Selasa (17/5). ANTARA FOTO/REUTERS/Dinuka Liyanawatte/cfo/16

Jakarta, Aktual.com – Akibat banjir dan tanah longsor di Sri Lanka pada Jumat (26/5) kemarin, sekitar 92 orang dikabarkan tewas. Hingga saat ini dilaporkan masih ada 110 orang lainnya masih hilang.

Dilansir dari AFP, Sabtu (27/5), Pusat Penanggulangan Bencana Sri Lanka mengatakan sekitar 60 ribu orang terpaksa dievakuasi akibat kejadian alam ini.

Kebanyakan warga yang dievakuasi berada di wilayah selatan dan barat Sri Lanka. Korban kebanyakan berada di daerah Ratnapura yaitu 100 meter sebelah timur Kolombo dan sebanyak 500 rumah warga rusak akibat banjir dan longsor itu.

“Terdapat sejumlah area yang tidak bisa dijangkau, tapi operasi penyelamatan terus bergerak,” kata Wakil Menteri Penanggulangan Bencana Dunesh Gankanda.

Pemerintah Sri Lanka mengatakan sekitar 92 orang tewas, salah satunya tentara yang terjatuh dari helikopter karena berusaha menarik seorang warga yang terjebak banjir.

Dalam sebuah rilis, Sri Lanka memohon bantuan kepada dunia internasional bersamaan dengan laporan yang mengatakan beberapa wilayah yang terkena musibah tidak bisa diakses.

Sebagai negara tetangga, India telah mengirimkan bantuan sebanyam dua kapal dengan tim medis khusus.
[Agustina Permatasari]

Artikel ini ditulis oleh:

Arbie Marwan