Jakarta, Aktual.co — Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika Henry Yosodiningrat meminta agar Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan eksekusi terpidana mati dilakukan secara terbuka sepanjang tak melanggar peraturan perundangan. Selain itu, dia juga mendorong agar Kejagung mempercepat pelaksanaan eksekusi tersebut.
“Tadi saya sampaikan supaya ini (eksekusi) dipercepat,” kata Henry usai bertemu Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Tony Tribagus Spontana di Kejaksaan Agung, Kamis (11/12).
Henry memahami jika pra eksekusi harus dirahasiakan demi alasan keamanan. Namun, Henry berharap usai eksekusi kejaksaan harus membuka secara transparan ke publik.
Dia pun berharap unsur masyarakat termasuk Granat diundang saat pelaksanaan eksekusi mati tersebut. “Tadi hal baru saya juga membaca bahwa tidak ada larangan-larangan ketika ada unsur masyarakat yang diundang. Nah dalam hal ini saya meminta Granat diundang,” katanya.
Sementara, Kapuspenkum Tony Spontana mengatakan, pihaknya nanti akan mengkaji kembali apakah kemungkinan-kemungkinan mengundang unsur masyarakat dan membuka ke publik diperkenankan oleh peraturan yang ada.
“Tadi Pak Henry juga sudah menyampaikan bahwa sepanjang tidak ada aturan yang menghalangi,” ujarnya.
Tony pun akan mengupayakan dan mempertimbangkan apakah setelah pelaksanaan eksekusi itu bisa menyampaikan ke publik. Misalnya dengan memperlihatkan foto-foto atau kesaksian maupun testimoni. “Bahwa pelaksanaan eksekusi benar-benar telah dilaksanakan,” ujarnya.
Akhir Desember 2014 ini Tim Jaksa Eksekutor akan mengeksekusi lima terpidana mati kasus narkoba maupun pembunuhan berencana.
Tiga orang di antaranya terjerat kasus narkotika dan dua lainnya pembunuhan berencana. Mereka dikurung di penjara berbeda.Satu orang di Lembaga Pemasyarakatan Tangerang, Banten, dan masing-masing dua lainnya pada Lapas di Batam, Kepulauan Riau dan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
Kendati demikian, Tony masih enggan membeber identitas lima terpidana mati yang akan dieksekusi itu.
Yang jelas, kata dia, jaksa di daerah sudah memastikan ada lima terpidana yang bakal dieksekusi. “Jaksa di daerah memastikan lima orang,” demikian Tony.
Artikel ini ditulis oleh:
Nebby

















