Jakarta, Aktual.co — Kurs dolar AS bangkit kembali dari tingkat terendah dalam sembilan pekan pada Jumat (Sabtu pagi WIB), di tengah data ekonomi Amerika Serikat yang bervariasi. Institute for Supply Management (ISM) melaporkan pada Jumat bahwa aktivitas manufaktur tetap tidak berubah pada April, dengan indeks manufaktur ISM tercatat 51,5, sama seperti bulan sebelumnya, gagal memenuhi konsensus pasar 52,0.
Sementara itu, sebuah laporan terpisah yang dirilis oleh perusahaan data keuangan Markit pada Jumat, menunjukkan angka awal Indeks Pembelian Manajer (PMI) untuk sektor manufaktur turun menjadi 54,1 pada April dari angka akhir 55,7 pada Maret. Survei sentimen konsumen Universitas Michigan menunjukkan angka akhir 95,9, naik dari posisi Maret di 93,0. Sementara itu, data belanja konstruksi untuk Maret yang dirilis oleh Departemen Perdagangan menunjukkan penurunan 0,6 persen.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,78 persen menjadi 95,342 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan di New York, euro turun menjadi 1,1192 dolar dari 1,1253 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,5133 dolar dari 1,5352 dolar di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun ke 0,7824 dolar dari 0,7916 dolar.
Dolar AS dibeli 120,28 yen Jepang, lebih tinggi dari 119,34 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9343 franc Swiss dari 0,9322 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2170 dolar Kanada dari 1,2090 dolar Kanada.
Sementara itu, emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun untuk sesi ketiga berturut-turut pada Jumat (Sabtu pagi WIB), karena ekuitas dan dolar AS menguat kembali, menempatkan tekanan pada logam mulia.
Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni turun 7,9 dolar AS, atau 0,67 persen, menjadi menetap di 1.174,50 dolar AS per ounce.
Penguatan baru dolar merugikan daya tarik emas karena greenback yang lebih kuat membuat emas dalam denominasi dolar lebih mahal bagi para investor. Pada Jumat, indeks dolar AS, ukuran dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, meningkatn 0,5 persen menjadi 95,28 di perdagangan tengah hari. Emas diberi sedikit dukungan ketika laporan industri yang dirilis Jumat menunjukkan bahwa laju pertumbuhan manufaktur AS mencapai tingkat terendah dalam lebih dari dua tahun.
Lembaga riset Institute for Supply Managements yang berbasis di AS, mengatakan indeks aktivitas pabrik nasionalnya tercatat 51,5 pada April, tidak berubah dari angka Maret. Sementara itu, data lapangan kerja turun menjadi 48,3, tingkat terendah sejak September 2009.
Emas sebagai aset “safe haven” biasanya diburu oleh para investor ketika perekonomian menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Volume transaksi tipis karena banyak pasar di Eropa dan Asia yang tutup untuk liburan “May Day” atau hari buruh.
Artikel ini ditulis oleh:

















