Jakarta, Aktual.co —Mantan Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI periode 2009-2014, Igo Ilham dibuat gerah. Namanya akhir-akhir ini disebut-sebut terlibat dalam kasus korupsi pengadaan paket UPS di APBD-P 2014.
Kendati demikian, mantan Wakil Ketua Komis yang banyak mengurusi soal pendidikan dan kesehatan itu mengaku siap apabila dirinya dimintai keterangan oleh Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. “Seluruh anggota DPRD dan pimpinan dewan semuanya siap apabila dimintai keterangan,” ujar dia, saat ditemui di Kebon Sirih, Rabu (29/4).
Namun politisi PKS itu tak mau dipanggil sendirian. Penyidik Bareskrim diminta juga ikut pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama yang saat itu menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI. Tidak hanya itu, politisi PKS ini juga menyarankan agar seluruh jajaran Komisi E dipanggil bareskrim. “Jokowi harus dipanggil, Ahok juga harus dipanggil. Pimpinan dewan dipanggil. Pimpinan fraksi harus dipanggil. Semua anggota Komisi E dipanggil juga dong,” kata Igo.
Dijelaskan Igo, pelaksana pengadaan alat UPS bukanlah usulan legislatif. Tapi merupakan usulan eksekutif, dalam hal ini waktu itu Gubern DKI adalah Jokowi dan Wakilnya Ahok. Karena itu, menurut dia, dalam kasus UPS ini,  keduanya yakni Jokowi dan Ahok adalah pihak yang bertanggung jawab atas munculnya usulan itu, sehingga juga harus dipanggil.
“Kan pelaksananya pemerintah, jadi Jokowi harus dipanggil selaku gubernur. Ahok dipanggil. Kalau nanti Kapolri harus memanggil, legislatif dan eksekutif. Gubernur dipanggil, Sekda juga harus dipanggil,” ujar Igo.
Lanjut dia, proses input usulan bukan ada pada anggota komisi terkait. Melainkan ada pada Ketua Komisi dan Tim Badan Anggaran (Banggar). Dia pun mengklaim Wakil Ketua, Sekretaris dan anggota komisi tidak dapat melakukan input. “Mengapa mereka tidak melakukan fungsi kontrol misalnya?” ucap dia.
Diberitakan sebelumnya, Igo tiba-tiba muncul di Kebon Sirih Kamis (30/4). Saat ditanya awak media mengenai maksud kedatangannya, Igo mengatakan akan menemui Wakil Ketua DPRD DKI Triwisaksana. Igo enggan menjawab saat ditanya apakah pertemuannya dengan Sani terkait mencuatnya kasus UPS yang saat ini tengah ‘merongrong’ dewan Kebon Sirih. Nama Igo memang termasuk salah satu nama anggota Komisi E di periode 2009-2014 yang disebut-sebut terlibat di kasus pengadaan UPS di APBD-P 2014.
Di kasus yang sudah mencokok dua orang anak buah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yakni Alex Usman dan Zainal Sulaiman itu, nama lain yang mencuat yakni Ketua Komisi E Firmansyah dari F-Demokrat, Wakil Ketua Komisi E Igo Ilham dari Fraksi PKS, Sahrianta Tarigan dari F-Hanura, (kini DPW Perindo DKI), Ketua Badan Anggara (Banggar) Ferrial Sofyan dari F-Demokrat, Anggota Komisi E Neneng Hermansyah dan Lucky P Satrawiria dari F-Demokrat.
Nama-nama itu disebut oleh selompok massa yang tergabung dalam Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) diduga keras terlibat dalam kasus UPS. Kamerad yang sudah dua kali gelar demo di Kebon Sirih mendesak pimpinan dewan dukung pengusutan kasus UPS. Dalam aksinya mereka membawa spanduk yang memuat beberapa wajah dan nama anggota dewan yang ditudingnya sebagai tersangka kasus UPS.

Artikel ini ditulis oleh: