Jakarta, Aktual.co — Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan pemerintah terus berupaya memperlebar ruang fiskal dengan mengoptimalkan penerimaan dan meningkatkan kualitas belanja negara.
“Penciptaan ruang fiskal yang lebih besar dilakukan melalui optimalisasi di sisi penerimaan maupun peningkatan ‘quality of spending’ di sisi belanja,” katanya di Jakarta, Rabu (3/12).
Ia mengatakan pemerintah akan terus berkonsentrasi pada upaya optimalisasi penerimaan, baik yang bersumber dari pajak maupun nonpajak.
Dari segi belanja negara, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kualitas belanja melalui realokasi anggaran untuk belanja yang lebih produktif.
Ia juga mengatakan akan tetap menjaga defisit anggaran pada tingkat aman dengan tujuan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Untuk itu, katanya, pemerintah berfokus pada pengubahan paradigma pemberian subsidi dan mengalokasikan belanja yang lebih besar untuk kegiatan yang produktif.
“Subsidi kita saat ini dapat dikatakan kurang tepat sasaran,” ujarnya.
Konsep pemberian subsidi, lanjutnya, akan diubah dari skema subsidi harga menjadi subsidi yang lebih tepat sasaran yang diberikan langsung kepada orang yang berhak menerima.
Pengurangan beban subsidi seperti pemotongan dana subsidi bahan bakar minyak (BBM), katanya, akan memberikan ruang fiskal yang lebih besar dan membuka kesempatan dilakukannya realokasi anggaran pemerintah kepada belanja yang lebih produktif, khususnya untuk pengembangan infrastruktur dasar.
Ia mengatakan pemerintah akan fokus pada infrastruktur yang mendukung terciptanya ketahanan pangan dan maritim termasuk sektor pertanian, perikanan dan energi.
Selain itu, pihaknya akan melakukan efisiensi belanja pemerintah untuk menciptakan ruang fiskal yang lebih besar seperti dengan pemotongan belanja kurang produktif untuk perjalanan dinas dan penyelenggaraan rapat di hotel.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka

















