Jakarta, Aktual.co —Pemprov DKI memanfaatkan sosial media ‘Twitter’ sebagai sarana untuk memantau banjir di Jakarta. Bekerjasama dengan Universitas Wollongong Australia dan pihak Twitter, mereka meluncurkan situs www.petajakarta.org.
Situs tersebut menggunakan teknologi open-source bernama geosocial intelligence engineering yang akan memetakan dan memantau banjir di Jakarta.
Dengan teknologi yang proyeknya dimulai Mei lalu tersebut, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berharap pihaknya akan menjadi lebih cepat mendapat informasi mengenai banjir. Sehingga dapat lebih tanggap melakukan penanganan. 
Ahok juga berencana untuk mengembangkan sistem tersebut hingga ke lingkungan kecil masyarakat yaitu RT. “RT/RW akan kami bayar kalau dia mengirim berita ke sistem kami,” ujarnya di Jakarta, Rabu (3/12).
Direktur Penelitian Fasilitas Infrastruktur SMART Universitas Wollongong, Pascal Perez, mengatakan situs itu bukan hanya mengumpulkan data banjir secara pasif. Tetapi juga sebagai wujud tindakan.
“Kami tidak butuh data yang banyak, tapi kami butuh ‘smart’ data, dan sensor terpintar yang kami punya adalah masyarakat itu sendiri. Melalui kerja sama antara BPBD dan Twitter. Kita memberdayakan masyarakat untuk melaporkan masalah banjir yang terjadi di sekitarnya secara realtime,” ujarnya.
Pascal mengatakan kerjasama antara pihaknya dengan pihak BPBD DKI dan juga pihak Twitter merupakan kerjasama yang kreatif dan inovatif untuk mengatasi permasalahan banjir yang serius.
“Jakarta adalah tempat yang ideal untuk menghasilkan sinyal realtime kualitas tinggi bagi sistem penanggulangan bencana BPBD. Hal ini menunjukkan bagaimana data Twitter dapat mendorong perubahan sosial yang positif serta memberdayakan masyarakat.” 

Artikel ini ditulis oleh: