Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad mengklaim dirinya tak gentar untuk memeriksa Edhie Baskoro Yudhoyono, Sekjen Partai Demokrat, yang juga anak dari mantan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, terkait kasus di sektor energi.
“Jangankan yang level begitu. Level atas pun bagi KPK tidak ada kendala psikologis. Kenapa harus meragukan keberanian KPK?,” ujar dia, di sela-sela acara Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Selasa (2/12).
Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin mengungkapkan Ibas bersama PT Saipem Indonesia, banyak memperoleh proyek di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas), termasuk keuntungan sebesar 150 juta dolar AS yang diterima PT Saipem dari proyek SKK Migas.
Ketika ditanyakan apakah pihaknya akan mendalami pernyataan Nazaruddin tersebut, sebagaimana kebiasaan KPK yang acap kali mendalami kasus berdasarkan pengakuan Nazaruddin. Kini Abraham punya jawaban sendiri.
“kita ingin mendalami siapa saja. Bisa saja bukan anak presiden tapi orang-orang yang punya cukup kekuatan di Kementerian ESDM tapi ini masih didalami,” kata dia.
“Gak ada kalau atas nama perusahaan yang menggunakan nama Ibas itu tidak ada,” kata Abraham.
KPK setidaknya menangani tiga perkara dugaan tindak pidanan korupsi terkait sektor energi, yaitu kegiatan sosialisasi, sepeda sehat dan perawatan gedung kantor Sekretariat Jenderal Energi Sumber Daya Mineral dengan tersangka mantan Sekjen ESDM Waryono Karno.
Kemudian, korupsi terkait pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2013 Kementerian ESDM untuk tersangka mantan Ketua Komisi VII dari fraksi Partai Demokrat Sutan Bhatoegana dan dugaan tindak pidana korupsi pemerasan pada sejumlah kegiatan di Kementerian ESDM terkait jabatan Jero Wacik sebagai Menteri periode 2011-2013. Ketiga tersangka tersebut belum ditahan oleh KPK.
Namun KPK hingga saat ini belum mendalami keterlibatan perusahaan milik Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas.
Artikel ini ditulis oleh:
Nebby

















