Jakarta, Aktual.co —  Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo yang baru saja diangkat menjadi  Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pajak, Senin (1/12) berencana menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar penerimaan pajak yang ditargetkan oleh pemerintah tercapai.
“Jangka panjang kita ingin menggandeng KPK, untuk bagaimana meningkatkan upaya penerimaan perpajakan ini, tapi untuk jangka pendek, yang kita lakukan sekarang membenahi satu-satu,  kira-kira seperti apa nanti kita bisa lakukan juga melihat melihat kira-kira yang tepat seperti apa,” kata Mardiasmo ketika mengunjungi Gedung KPK untuk membicarakan optimalisasi penerimaan pajak dengan KPK, Senin (1/12).
Mardiasmo mengatakan, menggandeng aparat penegak hukum seperti KPK memang diharuskan mengingat target pajak yang begitu besar yang harus dicapai sebagaimana dibebankan oleh Presiden Joko Widodo.
“Kita memang harus menggandeng aparat penegak hukum, kepolisian, kejaksaan, KPK,” ujarnya.
Namun kapan kerjasama tersebut akan terlaksana, menurut Mardiasmo masih akan dibicarakan lebih lanjut dengan lembaga pimpinan Abraham Samad Cs itu.
“Sore ini memang bicara soal optimalisasi, nanti kita ada sesi lainlah dengan kpk,” sambung dia.
Diketahui Mardiasmo resmi mengemban tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menggantikan Fuad Rahmany yang memasuki masa pensiun pada 1 Desember 2014.
Mardiasmo diminta oleh Presiden Jokowi agar sampai akhir Tahun 2014 melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya serta dapat mencapai target penerimaan pajak tahun 2014.
“Dalam sisa waktu sebulan ini, harus betul-betul mampu melaksanakan tugas dengan baik. Arahannya agar keinginan Bapak Presiden Joko Widodo (tentang target penerimaan pajak) dapat tercapai,” kata Mardiasmo di Gedung Kemenkeu, Jakarta Pusat, Senin (1/12).
Pemerintah menargetkan penerimaan pajak untuk 2014 dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) sebesar Rp1.072,3 triliun.
Mardiasmo mengakui dirinya menghadapi tantangan besar, mengingat realisasi penerimaan pajak hingga 14 November 2014 baru mencapai Rp 812,1 triliun atau baru 75,73 persen dari target di APBN-P.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby