Jakarta, Aktual.co — Komitmen Jaksa Agung HM Prasetyo menuntaskan semua perkara yang ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung) diharapkan tak manis dibibir. Komisioner Komisi Kejaksaan (Komjak) Kaspudin, meminta Jaksa Agung tak pandang bulu dalam menindak semua perkara.
Termasuk mengusut tuntas dugaan korupsi penyalahgunaan kredit Bank Mandiri ke PT Cipta Graha Nusantara (PT CGN) yang diduga melibatkan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, dan dugaan korupsi Pengadaan Bus TransJakarta, yang sempat mencuatkan nama presiden Joko Widodo (Jokowi).
Sebagai orang nomor satu di Kejaksaan, Prasetyo diharapkan dapat menjalankan penegakkan hukum dengan baik. Mengenai dugaan keterlibatan sejumlah pihak, Prasetyo harus membuktikannya secara hukum.
“Komitmen saja tidak cukup, tanpa tindakan. Sehingga tidak ada tudingan-tudingan miring yang menilai Jaksa Agung menyalahgunakan wewenang,” kata Kaspudin, Jumat (28/11).
Menurut dia, Kejagung adalah lembaga mandiri dan independen. Maka tidak boleh ada intervensi pihak tertentu yang dapat mempengarui kinerja Jaksa Agung.
Komjak berharap, Prasetyo bisa menepis semua tudingan buruk dengan upaya penangan perkara yang baik. Karena itu sebagai motivasi dan tantangan yang harus dikerjakan Jaksa Agung.
“Ke depan kita lihat saja komitmen beliau (Jaksa Agung). Yang jelas Prasetyo harus menepis tudingan itu,” katanya.
Adapun sejumlah perkara yang belum selesai penanganannya. Di antaranya,  kasus korupsi penyalahgunaan kredit Bank Mandiri ke PT Cipta Graha Nusantara (PT CGN), korupsi bioremediasi atau pemulihan lahan bekas tambang PT Chevron Pacific Indonesia (CPI).
Perkara korupsi pembangunan T-Tower milik Bank Jawa Barat Banten (BJB),  korupsi penjualan aset Patal Bekasi, korupsi lima unit kendaraan Pemadam Kebakaran (Damkar), dan kasus korupsi pencairan deposito Bank Permata milik PT Pengembangan Pariwisata Bali atau Bali Tour Development Corporation (PT BTDC).
Jaksa Agung HM Prasetyo sebelumnya mengaku siap membedah seluruh perkara yang ditangani Kejagung. Baik perkara mandek, maupun baru yang masih dalam tahap progres. “Intinya semua penanganan hukum menjadi prioritas kita. Semua akan kita kerjakan secara bersamaan,” kata Prasetyo di Kejagung Jakarta, Jumat (21/11).
Prasetyo mengaku akan sapu bersih siapapun pihak yang diduga terlibat. Tak memandang siapapun dia, dan berasal dari kalangan apa. “Kita akan sapu bersih semua perkara yang ditangani. Kita pelajari satu persatu pekaranya. Sehingga penanganannya bisa berjalan baik,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby