Jakarta, Aktual.co — Anggota presidium penyelamat Partai Golkar Yorrys Raweyai mengatakan, pihaknya saat ini tak mengakui kepemimpinan Aburizal Bakrie.
Maka dari itu, presidium penyelamat Golkar tak akan menghadiri musyawarah nasional (Munas) ke-IX di Bali.
“Sudah nggak ngakuin, ngapain kita ke sana (Munas di Bali). Dia (Ical) yang ke sini. Bahas bersama kita,” kata Yorrys di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Jumat (28/11).
Bekas anggota komisi I DPR RI itu mengatakan, Ical selama ini telah menunjukkan sikap pemimpin yang otoriter karena memecat sejumlah kader. Kader yang dipecat itu lantaran memiliki perbedaan pandangan politik dengan Ical dan tanpa alasan yang jelas.
“Sanksi kita bukan emosional. Bukan pecat-memecat. Main pecat itu otoriter dan itu komunis,” kata dia.
Selain itu, dewan pertimbangan telah sepakat mengadakan Munas Golkar ke-IX pada bulan Januari tahun 2015 di Jakarta.
“Tadi malam kenapa wantim rapat, bahwa mereka sepakat presidium telah meminta diundur 2015. Ada dua institusi yang kami komunikasi. Akbar Tandjung, Mahkamah partai pertimbangan beliau menjadi dasar mengirimkan surat ke Kemenkum HAM.”
Artikel ini ditulis oleh:

















