Semarang, Aktual.co — Presiden Joko Widodo diminta warga kabupaten Pati, Jawa Tengah, turut mengintervensi Direktur PT Pertamina (Persero) yang berempati pada aspek sosial dan lingkungan. Warga yang menolak pendirian pabrik Semen Indonesia di kawasan Gunung Kendeng mendengar nama Dwi Soetipto digadang-gadang sebagai calon kuat Dirut PT Pertamina.
“Dirut Pertamina haruslah bisa berkomunikasi dengan masyarakat. Karena pengelolaannya Migas banyak masalah dengan masyarakat,” ujar aktivis SHEEP Pati, Husein, saat dihubungi, Jum’at (28/11).
Menurut dia, Jokowi tidak boleh meninggalkan aspek sosial dalam menunjuk  pemimpin karena akan berakibat fatal jika dipilih pada kemudian hari. Pasalnya, pemimpin yang mengolah Pertamina bersentuhan dengan masalah sosial. 
“Konflik batu bara, mineral dan tambang tidak lepas dari konflik petani. Jika tidak memiliki aspek kejiwaan peka masalah sosial yang akan dirugikan masyarakat,” ujar dia.
Pihaknya mengakui jika pemimpin harus memiliki kapabiltas dalam manejemen sebagai keuntungan yang dicapai perusahaan, akan tetapi aspek sosial dan lingkungan lebih penting. 
Ditegaskan, masalah energi dan sumber daya alam migas banyak menyangkut masalah sosial dan disitu konflik sosial sangat tinggi.
Berdasarkan catatan, pendirian semen di beberapa lokasi selalu menyisakan masalah sosial dan lingkungan. PT Semen Indonesia dalam penyelesaiannya banyak merugikan pihak petani dan nelayan.
“Banyak pelanggaran hak oleh PT Semen Indonesia. Berbagai cara dilakukan baik berupa pemaksaan, intrevensi dan penekanan dalam pembebasan lahan.”

Artikel ini ditulis oleh: