Jakarta, Aktual.co — Pakar energi Dari Universitas Indonesia (UI) Prof. IwA Garniwa menilai proses pemilihan Dirut PT Pertamina (Persero) tidak melalui sistem seleksi dan penyaringan yang ketat. Hal ini patut disayangkan karena bisa menyulitkan proses perbaikan pengelolaan energi nasional.
“Saya agak heran, saat memilih menteri-menteri, Presiden Jokowi melakukan penyaringan yang ketat sampai-sampai melibatkan KPK dan PPATK. Tapi kebelakang kok sepertinya tidak ada filter apa-apa. Termasuk dalam pemilihan dirut Pertamina ini,” ujar Iwa Garniwa, Jumat (28/11).
Dia menambahkan, semestinya Jokowi tetap mempertahankan sistem pemelihan yang transparan dalam mengisi jabatan publik dan jabatan strategis sekelas PT Pertamina.
“Kalau bisa ya pemilihan dirut-dirut perusahaan BUMN juga dibuka transparan seperti saat memilih menteri. Waktu itu kan sangat hati-hati sekali sampai KPK dilibatkan. Lah ini kok tidak ada lagi saat milih Dirut Pertamina. Filternya kurang,” ucap Iwa.
Iwa sendiri memngaku sudah pesimis sejak awal dalam proses pemilihan Dirut Pertamina. Sebab kandidat yang diusulkan kebanyakan adalah figur yang lebih dekat sebagai pengusaha dibanding kedalaman pemahamannya tentang energi.
“Nama-nama yang muncul sejak awal kan tidak ada yang punya backgroun energi mendalam. Nama yang ada justru dari PT Telkom, Semen Indonesia, Perbankan dan sebagainya,” tukas Iwa.
Artikel ini ditulis oleh:

















