Jakarta, Aktual.co — Bentrok yang terjadi antara mahasiswa Universitas Muslim Indonesia, Makassar, dengan pihak kepolisian, berujung pada pemecatan empat mahasiswa.
Rektor UMI, Prof Masrunah Mokhtar menyebutkan bahwa keempat mahasiswa tersebut dinilai sering terlibat aksi anarkis.
“Itu berdasarkan laporan polisi juga, makanya kami putuskan dikembalikan ke orangtuanya,” kata dia, Jumat (28/11).
Pihak kampus akan mengambil langkah hukum terhadap personel polisi yang melempari kampus dan menembakkan gas air mata kedalam Masjid Umar Bin Khattab di dalam kampus UMI.
Pihak kampus meliburkan perkuliahan sejak hari ini hingga Senin (1/12).
Sebelumnya, mahasiswa UMI terlibat bentrok dengan anggota kepolisian saat melakukan unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di depan kampus UMI, Kamis (27/11).

Artikel ini ditulis oleh: