Jakarta, Aktual.co — International Monetary Fund (IMF) angkat bicara sekaligus mengklarifikasi terkait gaduhnya perbedaan pendapat menyoal utang Indonesia. IMF menegaskan bahwa Indonesia saat ini tidak lagi memiliki pinjaman (outstanding loan) dari pihaknya.
Penasihat IMF, Bennedict Bingham menyatakan dana IMF yang masih tercatat di surat utang luar negeri (Sulni) BI merupakan SDR (special drawing right) senilai US$2,8 miliar. Perlu diketahui, SDR merupakan instrumen yang dikembangkan oleh IMF pada 1969 sebagai aset cadangan devisa yang sewaktu-waktu dapat digunakan suatu negara untuk memperkuat cadangan devisa.
“Indonesia saat ini tidak memiliki outstanding loan dari IMF, adapun sebagaimana disebutkan dalam Articles of Agreement, IMF memang mengalokasikan SDR kepada anggota, termasuk Indonesia, dalam rangka memperkuat likuiditas,” kata Bennedict dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Jumat (1/5).
Ia menjelaskan, alokasi SDR untuk Indonesia saat ini berjumlah 1,98 miliar SDR atau setara US$2,8 miliar. Sesuai aturan standar akuntansi internasional, SDR tersebut dicatatkan sebagai Sulni BI, sementara pemegang korespondensi SDR dicatatkan sebagai aset luar negeri BI.
“Saat sebuah SDR dialokasikan, tidak ada perubahan angka pinjaman netto anggota di IMF,” terang dia.
Sebelumnya, Menteri Keuangan RI Bambang Brodjonegoro menyatakan bahwa sebagai anggota IMF, wajar Indonesia masih mendapatkan fasilitas tersebut. Namun, karena sampai sekarang kondisi ekonomi Indonesia tergolong baik, maka fasilitas tersebut belum digunakan dan otomatis tidak perlu dibayar.
“Kalau dipakai baru bayar, ini kan nggak dipakai,” ujar dia.
Seperti diketahui, kegaduhan ini bermula ketika Presiden Joko Widodo memberi pernyataan bahwa Indonesia masih memiliki utang kepada IMF dalam Peringtan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika beberapa pekan lalu. Kemudian, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengoreksi pernyataan Jokowi melalui media sosial. Di mana SBY menegaskan bahwa Indonesia sudah melunasi utangnya pada 2006.
Artikel ini ditulis oleh:

















