Jakarta, Aktual.co — Asosiasi Pengusaha Indonesia Kepulauan Riau memperkirakan pengusaha merugi hingga ratusan miliar akibat aksi mogok kerja yang dilakukan ribuan buruh Kota Batam Kepulauan Riau pada Rabu (26/11).
“Hari ini semua industri lumpuh total, perkiraan kami pengusaha rugi sampai angka ratusan miliar,” kata Ketua Apindo Kepri, Cahya.
Pengusaha menyayangkan aksi mogok massal yang dilakukan pekerja karena dianggap bisa merusak citra investasi di Batam.
Apindo juga menyesalkan sikap pemerintah yang dianggap tidak tegas terhadap aksi unjuk rasa yang bisa merusak kondusifitas perekonomian.
“Selama ini pemerintah sangat lemah dalam menghadapi aksi-aksi demo seperti ini, sehingga makin memberikan angin segar untuk para pendemo, mereka merasa bisa memaksa pemerintah lewat aksi-aksi seperti ini.”
Selain pengusaha, diyakini masyarakat juga banyak yang tidak suka dengan aksi mogok kerja karena menunjukkan arogansi, tidak menghargai hukum dan tidak menghargai pemerintah daerah dan aparat negara.
Perwakilan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia, Ali Amran mengatakan bahwa serikat pekerja sebenarnya tidak pernah berniat untuk melumpuhkan industri di Batam.
“Mogok untuk melumpuhkan bukan tujuan kami. Tapi fakta dan realita di lapangan ternyata itu yang terjadi,” kata dia.
Pekerja terpaksa melakukan itu demi meluluskan tuntutannya untuk revisi Upah Minimum Kota Batam dari yang sudah ditetapkan Gubernur Kepri Rp2,86 juta menjadi di atas Rp3 juta.

Artikel ini ditulis oleh: