Jakarta, Aktual.co — Badan SAR Nasional Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, memprediksi anak buah kapal (ABK) K.M. Francis Ekspres yang belum ditemukan, keberadaannya telah memasuki wilayah perairan Malaysia.
Kepala Basarnas Kabupaten Nunukan Octavianto mengatakan bahwa pencarian korban yang dilanjutkan pada sekitar pukul 06.00 waktu setempat, tetap menyusuri sekitar lokasi kejadian di wilayah perairan Indonesia.
“Pencarian di wilayah Malaysia tetap mendapatkan bantuan dari Jabatan Maritim Malaysia dengan menggunakan helikopter,” kata dia, di Nunukan, Rabu (26/11).
Alasan Basarnas setempat memperkirakan korban bernama Zulkarnain (22) telah memasuki wilayah perairan Malaysia, karena pada saat air laut surut arus mengalir ke wilayah perairan Malaysia.
Pihaknya berharap memasuki hari ketiga masa pencarian, korban bisa ditemukan, baik di wilayah perairan Indonesia maupun Malaysia.
Jika belum juga ditemukan, katanya, tim pencarian yang terdiri atas basarnas, kepolisian dan KSOP (Kantor Syahbandar dan Otorita Pelabuhan), serta keluarga korban akan melanjutkan hingga empat hari ke depan.
Sebelumnya, pada Senin (24/11), sekitar pukul 19.00 waktu setempat, korban dan beberapa penumpang lain tiba-tiba melompat ke sungai karena panik saat K.M. Francis Ekspres akan ditabrak oleh kapal kayu bermuatan barang dari Kabupaten Nunukan menuju Tawau, Malaysia.
Artikel ini ditulis oleh:

















