Jakarta, Aktual.co —  Sejak Senin (24/11)  petang hingga saat ini Yorrys Raweyai membawa massa yang menurutnya berasal dari Gerakan Penyelamat Partai, ke DPP Partai Golkar.
Dia mengatakan kedatangan dirinya bersama puluhan massa lantaran dalam rapat pleno Senin tidak terjadi mekanisme demokratis.
Tidak lama berlalu, massa yang mengaku dari AMPG datang memasuki kantor DPP Partai Golkar dan melakukan konsolidasi di halaman kantor DPP Partai Golkar.
Massa Yorrys lalu membubarkan massa AMPG itu, hingga bentrokan puluhan massa dari dua kubu pun terjadi di dalam kantor DPP Partai Golkar di Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, Selasa petang.
Keduanya terlibat bentrok fisik, hingga saling melempar batu serta kayu dan helm. Kedua massa masih bertahan di dalam kantor.
Di sela aksi itu mantan Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Yorrys Raweyai meminta Kepolisian Republik Indonesia tidak mengeluarkan izin penyelenggaraan Munas IX Golkar tanggal 30 November 2014, di Bali.
“Kita minta kepolisian tidak mengeluarkan izin munas,” kata Yorrys di Kantor DPP Partai Golkar, Selasa (25/11).
Hingga kini suasana di kantor DPP Golkar masih memanas. Polisi dan TNI bersiap memasuki area bentrokan.

Artikel ini ditulis oleh: