Jakarta, Aktual.co — Anggota DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan jika Indonesia tidak akan mengalami shutdown seperti AS namun akan terjadi kekurangan anggaran, bila terjadi deadlock dalam pembahasan anggaran pemerintah masih bisa menggunakan APBN lama.
“Jadi kalau deadlock anggaran 2015 itu pakai anggaran sebelumnya, pertanyaannya apakah cukup tidak?,” ucap dia, kepada wartawan, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/11).
“Shutdown Indonesia bukan karena kekosongan anggaran melainkan kekurangan anggaran, dan itu kelakuan  pemerintah (Jokowi-JK), karena tidak mendorong partai pendukungnya menaati aturan (yang berlaku di DPR),” tambah dia.
Ia mengatakan bahwa sesungguhnya, KMP di DPR sebenarnya tidak terlalu ambil pusing dengan konflik yang terjadi.
“Sekarang kenapa KMP mesti pusing, yang paling membutuhkan DPR ini aktif, apakah pemerintaah bisa bekerja, apakah bisa membahas anggaran ?tidak bisa. Harusnya pemerintah punya peran aktif mendorong penyelesaian ketidak sesuaian di DPR ini,” tandas Wakil Bendahara Umum Partai Golkar itu.
Seperti diketahui, tanggal 5 Desember 2014 merupakan batasan akhir kesepakatan untuk mengakhiri dualisme KMP-KIH dalam pembahasan revisi UU MD3.
Lalu bagaimana, jika kesepakatan yang seharusnya selesai melewati batas akhirnya tanpa ada kata kesepakatan atau deadlock? Pasalnya, ketika reses DPR masuk dalam pembahasan anggaran RAPBN 2015.
Apakah jika itu terjadi Indonesia mengalami kekosongan kas negara sehingga berpotensi matinya seluruh sistem kenegaraan, seperti shutdown yang dialami oleh Amerika Serikat (AS).

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang