Jakarta, Aktual.co — Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyampaikan bahwa upaya pengembangan smelter PT Newmont Nusa Tenggara tergantung dari operasional Blok Elang.
“Saya sudah dengar desakan dari DPR-RI, smelter harus di NTB (Nusa Tenggara Barat). Kami menghargai itu, tapi ada pertimbangan. Blok Elang harus operasional dulu,” kata Direktur Jenderal Minerba R Syukhar di Jakarta, Kamis (30/4).
Ketika ditemui dalam konferensi pers di kantor Ditjen Minerba, ia menyampaikan bahwa rencana tersebut hanya bisa terwujud jika Newmont mau mengembangkan Blok Elang.
Dia berpendapat, jika Newmont enggan mengembangkan Blok Elang maka dikhawatirkan produksi barang tambang mereka akan menurun.
“Blok Elang potensinya besar sekali. Kalau Newmont tidak mau mengembangkan lalu produksinya turun, terus untuk apa membangun smelter? Ini kan masih perlu eksplorasi lebih lanjut untuk tahu kandungan cadangannya,” tuturnya.
Smelter merupakan fasilitas pengolahan hasil tambang yang berfungsi untuk meningkatkan kandungan logam agar mencapai tingkat yang memenuhi standar sebagai bahan baku produk akhir.
Pada kesempatan tersebut ia pun menegaskan bahwa realisasi smelter tersebut hanya bisa dilakukan jika Blok Elang telah digunakan atau operasional penuh.
Rencananya pembangunan smelter tersebut tetap akan dilakukan di Provinsi NTB, terlepas dari Newmont akan melakukan kerja sama dengan Freeport atau membangunnya sendiri, jelasnya.
“Jika Newmont mau membangun (smelter) sendiri dan diminta pula oleh pemda NTB, ya bisa bangun di situ. Atau jika ingin bekerjasama pun juga akan di situ. Kita memahami juga aspirasi daerah,” ujarnya menjelaskan.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka














