Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Umum Partai Golkar Fadel Muhammad mengatakan alasan Partai Golkar mengganti lokasi Musyawarah Nasional IX di Nusa Dua, Bali, pada 30 November 2014.
Dimana dalam forum tertinggi itu, salah satu agendanya melakukan pemilihan ketua umum.
“Kapolda mengatakan banyak yang kurang siap. Karena untuk menyelenggarakan acara yang dihadiri 2.000 orang, personelnya tidak cukup. Nah, Kapolda Bali yang mengaku sanggup. Jadi karena itu, semata pertimbangan teknis,” kata Fadel, Sabtu (22/11).
Sedangkan soal pelaksanaan Munas yang dianggap lebih cepat karena diselenggarakan pada 30 November 2014, Fadel mengaku ini karena permintaan DPD I.
“Pak Ical tidak bisa menolak keinginan mereka,” kata Fadel.
Sebelumnya, Partai Golkar berencana menggelar Munas di Bandung, pada 30 November mendatang sebagaimana hasil Rapimnas Partai Golkar di Yogyakarta, namun dipindahkan ke Bali.
Ketua DPD Golkar Bali Ketut Sudikerta mengatakan, dirinya mendapat permintaan langsung melaui telepon dari Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie untuk menggelar Munas Partai Golkar di Bali.
Pertimbangannya, kata Sudikerta, karena banyak peserta yang menginginkan pelaksanaan Munas itu digelar di Bali.
“Memang saat Rapimnas sebelumnya, 34 DPD (Golkar) sepakat untuk menggelar Munas di Bandung. Namun tadi malam saya ditelepon jika tidak ada aral melintang, Munas akan digelar di Bali,” kata Sudikerta, Jumat (21/11).
Artikel ini ditulis oleh:

















