Jakarta, Aktual.co — Pembangunan jalan tol trans Sumatera ruas Bakauheni Lampung–Palembang Sumatera Selatan akan terintegrasi dengan Pelabuhan Bakauheni.
“Ruas tol itu akan terintegrasi dengan Pelabuhan Bakauheni yang jumlah dermaganya akan ditambah dari lima menjadi delapan,” kata Presiden Joko Widodo pada pencanangan (grundbreaking) pembangunan jalan tol Trans Sumatera, di Desa Sabahbalau, Lampung Selatan, Kamis (30/4).
Ia mengatakan pembangunan jalan tol yang terintegrasi dengan pelabuhan ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, waktu perjalanan akan lebih cepat dan juga biaya transportasi lebih murah.
Ia memprediksi akan ada peningkatan arus kendaraan Jawa–Sumatera sehingga apabia jalan tol terbangun harus diimbangi kemampuan penampungan kendaraan oleh pelabuhan.
Pemerintah mengkonsentrasikan pembangunan tol Trans Sumatera ruas Bakauheni–Palembang sepanjang sekitar 300 km. Sedangkan pembangunan jalan tol ruas Palembang hingga Aceh akan dimulai pada 2016 mendatang.
Jokowi dlam kesempatan itu juga menjelaskan tol Trans Sumatera berbeda dengan tol yang saat ini sudah ada. Di sepanjang jalur tol terdapat jaringan listrik tegangan tinggi dan jalur kereta api yang dibangun berdampingan dengan tol Trans Sumatera. “Total panjang tol Trans Sumatera 2.048 kilometer dengan lebar jalan sekitar 125 meter,” katanya.
Presiden menargetkan pembangunan jalan tol Sumatera ruas Bakauheni–Terbanggi Besar akan selesai dalam tiga tahun, bahkan lebih cepat.
Panjang jalan tol ruas Bakauheni–Terbanggi Besar sekitar 140 km. Jalan tol ini akan disambung dengan tol Terbanggi Besar–Palembang dengan total panjang sekitar 300 km. Untuk pemabngunan jalan tol Sumatera ruas Bakauheni–Palembang, pemerintah menganggarkan dana Rp40 triliun hingga Rp45 triliun.
Artikel ini ditulis oleh:
















