Jakarta, Aktual.co —  Laba bersih PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk hanya tumbuh 3,38 persen pada triwulan I-2015, dari Rp5,9 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp6,1 triliun. Direktur BRI Haru Koesmahargyo mengatakan, salah satu faktor penyebab laba tidak tumbuh signifikan yakni pertumbuhan kredit yang melambat. Pada triwulan I tahun lalu, laba BRI dapat tumbuh hingga 17,86 persen.
“Memang kita sedang mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi baik secara domestik maupun global sehingga permintaan menurun. Selain itu, tekanan terhadap cost of fund (biaya dana) juga tinggi sehingga NIM (selisih bunga bersih) juga turun dan mempengaruhi laba,” ujar Haru saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (30/4).
Pertumbuhan kredit BRI pada triwulan I-2015 tumbuh single digit dari yang biasanya double digit yakni sebesar 9,36 persen, dari Rp432,44 triliun pada Maret 2014 menjadi Rp472,92 triliun. “Dari semua segmen kredit, segmen mikro masih mendominasi dengan pertumbuhan sebesar 15,9 persen menjadi Rp157,5 triliun,” ujar Haru.
Adapun faktor utama penyumbang laba bersih BRI sendiri berasal dari pendapatan bunga yang mencapai Rp20,1 triliun atau tumbuh 22 persen dibandingkan triwulan I tahun lalu. Sedangkan sumber pendapatan lainnya berasal dari pendapatan non bunga yang mencapai Rp2,7 triliun atau tumbuh 51,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sehingga total pendapatan yang diperoleh BRI mencapai Rp23,1 triliun atau meningkat sebanyak 22,4 persen.

Artikel ini ditulis oleh: