Banda Aceh, Aktual.co — Petugas kesehatan dilaporkan tidak menempati pos kesehatan pada malam hari di lokasi penampungan warga Rohingnya Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Aceh Utara sejak dua malam terakhir. Mereka hanya mengisi pos itu dari pagi hingga sore hari. Akibatnya, jika ada imigran yang sakit harus dibawa ke Puskesmas terdekat sekitar tujuh kilometer.
‘Pemerintah kita sudah menyatakan siap menampung dan memperlakukan imigran dengan baik. Ini, petugas kesehatan dari Dinas Kesahatan Aceh Utara malah tidak mau bertugas lagi malam hari,” ujar seorang petugas keamanan yang berjaga di lokasi itu melalui sambungan telepon kepada Aktual.co, Jumat (29/5).
Dijelaskan, sehari sebelumnya seorang anak imigran berusia enam tahun menderita demam tinggi. Karena tidak ada tenaga medis, relawan dan aparat keamanan dibantu warga setempat membawanya ke Puskesmas terdekat. Setelah diberi obat, mereka kembali membawa anak imigran itu ke posko penampungan sementara.
“Jika kondisi ini terus terjadi, kasihan kami berjaga malam, kasihan warga dan kasihan anak rohingnya itu,” ujarnya.
Sementara Kepala Humas Pemkab Aceh Utara, Amir Hamzah membantah informasi itu. Dia menyebutkan setiap malam ada tenaga medis di pos penampungan.
‘Mungkin relawan dan masyarakat tidak kenal tenaga medis di sana. Setiap malam ada tenaga medis. Mereka bergantian dari pagi sampai malam,”pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, 1800 warga rohingnya asal Myanmar dan Bangladesh ditampung di Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Langsa dan Aceh Tamiang.

Artikel ini ditulis oleh: