Jakarta, Aktual.co — Keluhan beberapa klub peserta kompetisi Indonesia Super League (ISL)/QNB League kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga, ditanggapi dingin oleh lembaga pimpinan Imam Nahrawi itu.
Salah satu klub yang mengeluh terkait dengan pembekuan PSSI adalah Persija Jakarta. Hal ini berujung dengan ditundanya putaran kompetisi kasta tertinggi di Tanah Air musim ini.
“Keluhan itu sudah disampaikan ke Pak Menteri (Imam Nahrawi). Itu hak mereka (klub-klub ISL/QNB League),” kata Deputi V Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto di kantornya, Jakarta, Kamis (30/4).
Presiden Persija, Ferry Paulus, meminta kepada Kemenpora untuk segera menjabut sanksi pembekuan PSSI hingga 1 Mei besok. Namun, jika Jumat (1/5), Kemenpora belum juga mencabut sanksi tersebut, maka pihaknya akan mengusulkan kepada Komite Eksekutif PSSI untuk meniadakan kompetisi untuk musim ini.
“Kami akan sarankan kepada Komite Eksekutif PSSI, untuk dengan terpaksa memutuskan kompetisi harus diberhentikan karena force major, karena dalam ketidakpastian masa depan sepakbola dan kompetisi,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (29/4).
Selain itu, Ferry juga meminta pertanggungjawaban Kemenpora terhadap kerugian yang diderita klub-klub peserta kompetisi akibat pembekuan PSSI yang dilakukan Menpora.
“Untuk itu, kami (klub-klub ISL) minta Menpora harus tanggung jawab berkaitan dengan semua kerugian-kerugian yang kami alami,” pintanya.
Menanggapi hal itu, Kemenpora seakan lepas tangan dan tak mau bertanggungjawab atas ulah yang telah dibuatnya.
Dikatakan Gatot, dirinya menyarankan kepada Persija untuk meminta tanggung jawab dari atasannya yakni, PT Liga Indonesia (PT LI) selaku operator kompetisi dan PSSI selaku federasi.
“Persija punya hirarki. Mereka harus meminta pertanggungjawaban ke layer di atasnya. Di atasnya ada PT Liga Indonesia dan PSSI. Kemenpora tidak bisa serta merta dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab karena pembekuan ini,” kilahnya.
Artikel ini ditulis oleh:















