Banda Aceh, Aktual.co —PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM) hingga kini belum mengoperasikan kedua pabrik milik perusahaan itu. Saat ini, hanya dioperasikan mesin pabrik PIM II. Sedangkan PIM I tidak dioperasikan.
Kepala Humas PT PIM, Suryadi kepada Aktual.co, Minggu (16/11) menyebutkan saat ini pihaknya masih kesulitan bahan baku berupa gas untuk memproduksi pupuk urea. 
“Jika persediaan bahan baku cukup, maka kedua mesin itu bisa beroperasi. Bahkan, produksi pupuk itu bisa diekspor juga. Saat ini, kita hanya untuk kebutuhan petani dalam negeri,” ujarnya, Minggu (16/11).
Ditambahkan, saat ini harga gas terbilang mahal. Manajemen perusahaan itu, sambung Suryadi sedang bernegosiasi untuk membeli gas dengan harga 8 USD per MMBTU. Namun, harga jual saat ini sekitar 10 USD per MMBTU.
“Harga 10 USD itu sangat mahal. Termahal dalam sejarah PIM, kini manajemen sedang bernegosiasi dengan Pertamina untuk membeli gas untuk kebutuhan bahan baku,” ujarnya.
Selain itu, untuk kebutuhan pupuk bersubsidi dalam negeri, sambung Suryadi, pihaknya mampu memenuhinya. Saat ini, PIM menargetkan poduksi pupuk sebesar 570.000 ton per tahun.
“Semoga bahan baku kita semakin memadai. Sehingga kedua pabrik bisa beroperasi,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh: