Jakarta, Aktual.co — Laju nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini dibuka di teritori positif dengan pergerakan kian menguat. Berdasarkan data Bloomberg Dollar Index pagi ini, Kamis (30/4), saat dibuka rupiah berada di level Rp12.932 per dolar AS, menguat 0,04% dari penutupan sebelumnya di Rp12.937 per dolar AS. Selanjutnya pergerakan rupiah terus menguat 0,05% ke Rp12.925 per dolar AS.
Dari 11 mata uang Asia,  sebanyak empat mata uang melemah dipimpin oleh peso 0,34% dan empat mata uang menguat dipimpin ringgit 0,53%. Adapun satu mata uang stagnan yakni dolar Hong Kong. Sementara itu, dua mata uang belum ditransaksikan pagi ini yakni rupee dan yuan. Dan Rupiah termasuk mata uang yang menguat tipis 0,09% ke Rp12.925 per dolar AS.
Namun demikian, NH Korindo Securities Indoneia dalam risetnya mengemukakan, bahwa Rupiah masih menyimpan potensi pelemahan. Menurut Kepala Riset dari NH Korindo Securities Indoneia, Reza Priyambada, penguatan yang terjadi belum sepenuhnya cukup mengkonfirmasi akan penguatan lanjutan sehingga masih menyimpan adanya potensi pembalikan melemah.
“Meski demikian, tetap cermati dan antisipasi terhadap sentimen-sentimen yang ada,” tukasnya.
Laju Rupiah di akhir sesi kemarin mampu berbalik positif tipis. Padahal, sepanjang sesi masih berada di zona merah seiring dengan masih maraknya aksi beli dolar AS terimbas penantian pertemuan The Fed.
“Di sisi lain, laju Rupiah tertolong oleh laju Euro yang mampu berbalik menguat, dimana pelaku pasar mulai mengurangi kekhawatiran akan penyelesaian masalah utang Yunani dan perkiraan belum akan adanya sesuatu hal yang baru dari pertemuan The Fed, terutama potensi kenaikan suku bunganya,” ujar Reza.
Pada Kamis (30/4) Reza memprediksikan laju Rupiah berada di atas target level resisten 12.968, yakni Rp12.978-12.968 (kurs tengah BI). 

Artikel ini ditulis oleh: