Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi VI DPR RI Muhamad Sarmuji mengungkapkan bahwa ada beberapa hal yang menjadi permasalahan-permasalahan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjadi penghambat BUMN itu sendiri untuk bersaing ditingkat global. Bahkan seringkali untuk bertahan di negeri sendiri pun kesulitan.

Menurutnya, perusahaan plat merah masih seringkali menerapkan ketidakefisienan bisnis proses yang dilakukan dan kerap kali selalu melayani diri sendiri.

“Sering ada dugaan karyawan BUMN lebih mementingkan upaya untuk mensejahterakan dirinya sendiri. Melalui berbagai program untuk meningkatkan anggaran karyawan dan manajemen dengan berbagai insentif dan bonus,” kata Sarmuji di Jakarta, Rabu (29/4).

Ia melanjutkan, banyak perusahaan plat merah yang melakukan ekspansi di luar bisnis utamanya (core business). Sehingga membuat energi yang seharusnya digunakan secara terfokus untuk mengembangkan bisnis utamanya menjadi teralihkan untuk pengembangan bisnis sampingan yang tidak berdasarkan business feasibility yang profesional.

“Selain itu, masih rendahnya rasa tanggung jawab menajemen dengan menggampangkan persoalan jika mengalami kerugian tinggal minta tambahan PMN dari Pemerintah,” ujarnya.

Ia menambahkan, belum bebasnya perusahaan plat merah dari intervensi politik juga kerap menjadi salah satu faktor penghambat kemajuan BUMN.

“Masih kuat dugaan praktik-praktik penempatan tim sukses pemilu dalam jajaran komisaris, direksi, dewan pengawas, penentuan mitra bisnis dan sebagainya tanpa melihat latar belakang profesionalitas. Sehingga menimbulkan dugaan bahwa BUMN kerap dijadikan sapi perah,” tutupnya.`

Artikel ini ditulis oleh:

Eka