Jakarta, Aktual.co —Siang tadi Wakil Ketua DPRD DKI Abraham (Lulung) Lunggana menggelar jumpa pers terkait penggeledahan ruang kerjanya oleh penyidik Bareskrim Polri, di Gedung Dewan, lantai sembilan. Di ruangan pimpinan seluas 10 x 10 meter, politikus PPP ini duduk seorang diri memaparkan tanggapannya atas penggeledahan kemarin. Termasuk menjawab pernyataan sejumlah wartawan.
Berlangsung hampir satu jam, acara itu ternyata turut dihadiri dua orang anggota dewan lain. Yakni Ketua dan Sekretaris Fraksi Demokrat-Partai Amanat Nasional (F-DPAN) Lucky P Sastrawiria dan Neneng Hasanah.
Kedua anggota DPRD itu membaur bersama sejumlah awak media dengan penuh antusias, seraya ingin mengetahui pernyataan yang dilontarkan Lulung. Keduanya menyimak dan mengawal berlangsungnya acara tersebut sampai selesai.
Selepas jumpa pers, keduanya membubarkan diri secara bersamaan. Namun saat ditanyai apakah mereka berdua telah dipanggil Bareskrim menyangkut kasus pengadaan UPS, Neneng malah terlihat panik. “Apaan? Enggak ada (pemanggilan). Ada-ada saja kamu,” kata Neneng yang juga anggota Komisi E DPRD di periode 2009-2014 lalu. Sementara Lucky, langsung melengos masuk ke lift. 
Selain Lulung, nama keduanya juga kerap disebut-sebut oleh sejumlah LSM saat berunjukrasa di depan DPRD DKI menuntut penyelesaian kasus UPS. 
Seperti Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) yang sudah dua kali demo pada 8 dan 12 April lalu. Dalam aksinya, mereka membawa spanduk yang memuat sejumlah wajah yang menurut mereka jadi tersangka kasus UPS. Di antaranya Neneng Hasanah dan Lucky P Sastrawiria.

Artikel ini ditulis oleh: