Jakarta, Aktual.co —Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemprov DKI Ika Lestari Adji mengatakan sejumlah rumah susun milik (Rusunami) di Jakarta bermasalah. Jumlahnya  mencapai 18 persen dari total 107 buah. 
“Kurang lebih berarti ada‎ sekitar 20-an unit yang bermasalah,” ujar dia di Balai Kota DKI, Selasa (28/4). 
Permasalahannya sangat kompleks. Mulai dari perizinan, pertelaahan, hingga tidak adanya Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (PPRS). Selain itu, akibat sulitnya Pemprov DKI mengintervensi rusun-rusun yang dikelola pengembang swasta, kata Ika, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta agar izin pembangunan rusunami tak lagi diberikan. “‎Kebijakan Pak Gubernur memang sudah tidak ada lagi izin buat Rusunami. Karena Rusunami itu kan milik. Artinya saat sudah menjadi hak milik, kita tidak bisa lagi intervensi,” kata Ika.
Belajar dari pengalaman itu, lanjut Ika, ke depannya Pemprov DKI akan ‎mengembangkan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) bagi warga miskin di Jakarta. 
Berdasarkan pengamatan Gubernur, subsidi yang diberikan pemerintah ke Rusunami selama ini kerap salah sasaran. Dimana banyak orang-orang kaya yang ternyata malah menikmati rusunami. Guna cegah hal itu terjadi lagi, kata Ika, di rusunawa nantinya tiap unitnya tak boleh diperjualbelikan atau disewa di atas sewa orang lain. 

Artikel ini ditulis oleh: