Jakarta, Aktual.co — Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan bahwa pihaknya akan mengkaji ulang tentang kebijakan menerima hibah alat utama sistem senjata (Alutsista) dari negara lain.
“Kami akan berpikir ulang soal kebijakan itu (menerimah hibah). Sebetulnya pesawat itu tidak bekas betul sih. Bekas mereka (AS) lebih baru dari bekas kita yang ada, tapi ke depan kita akan berpikir ulang,” kata Ryamizard, di Jakarta, Selasa (28/4).
Namun, mantan KSAD ini menilai apabila mendapat hibah alutsista dari negara lain, pemerintah Indonesia tetap akan menerima.
“Kalau dihibah ya namanya dikasih ya diterimalah, ngasih dengan tulus ya kami terima dengan tulus juga dong,” imbuhnya.
Terkait penyebab terbakarnya pesawat F-16 milik TNI Angkatan Udara beberapa waktu lalu, saat ini masih dalam investigasi.
“Sampai sekarang masih diinvestigasi, tunggu saja,” ujar Ryamizard.
Pemerintah Indonesia memperoleh hibah 24 pesawat F-16 dari Amerika. Meski namanya hibah, Indonesia tetap harus mengeluarkan kocek sebesar 800 juta dolar AS untuk biaya mendatangkan pesawat dan biaya ‘upgrade’.
Rayamizard menilai TNI membutuhkan alutsista tergantung ancaman yang saat ini terjadi di Indonesia. Dalam waktu singkat ini, Indonesia tengah membutuhkan alutsista untuk menghadapi terorisme, bencana alam, serta pelanggaran wilayah.

Artikel ini ditulis oleh: