Jakarta, Aktual.co — Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengungkapkan selama ini Amerika Serikat (AS) sangat keras pada AIIB. Menurutnya hal ini tidak fair. Pasalnya negara emerging ingin sediakan financing, tapi Amerika Serikat tidak setuju. Sementara AS sendiri tidak mau menambah modal di World Bank dan ADB.
“Lembaga pembiayaan tidak hanya dari negara maju, bisa juga dari China. ADB itu juga bukan inisiatif Asia murni, tapi negara maju dan Jepang, kalau AIIB itu murni Asia,” ujar menteri Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Selasa (28/4).
Dikatakan lebih lanjut, ADB selama ini hanya sedikit yang masuk dalam pembiayaan infrastruktur, lebih banyak pada sektor pendidikan serta kesehatan. Sedangkan AIIB lebih banyak membiayai sektor yang besar, seperti infrastruktur.
“Jadi ini bisa komplementer, bisa bagus ke depannya,” pungkasnya.
Seperti diketahui, pidato Presiden Jokowi di Konferensi Asia Afrika (KAA) yang hanya mengkritik World Bank, Asia Development Bank (ADB), dan IMF, namun tidak mengkritik Asia Infrastructure Investment Bank (AIIB) dinilai sebagian pihak hal itu tidaklah adil. Pasalnya, bank-bank yang dikritik Jokowi tersebut tidak berbeda dengan AIIB, yaitu bank pembiayaan.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka

















