Jakarta, Aktual.co — PT Saka Energi Indonesia, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menargetkan produksi minyak bumi dan gas bumi pada 2015 sebesar 30.000 barel oil equivalen per day (BPOD) atau meningkat dari saat ini sekitar 23.000 BPOD.
“Kenaikan produksi cukup signifikan sejalan dengan pengembangan blok-blok migas baru maupun akuisisi atau pengambilalihan (participacing interest/PI) di blok milik perusahaan lain,” kata Direktur Utama Saka Energi, Firman Ardini, di Jakarta, Selasa (28/4).
Menurut Firman, produksi gas bumi dan minyak bumi berasal dari antara lain Blok Pangkah Madura, Jawa Timur, Blok South East Sumatera, dan Lapangan Gas Fasken, Amerika Serikat. Di Blok Pangkah Madura, Saka Energi menguasai 100 persen, sedangkan di Blok South East Sumatera menguasai 8,9 persen, sedangkan di Fasken memiliki saham 36 persen.
Terkait lapangan gas Fasken, Firman menjelaskan saat Saka Energi masuk pada Juli 2014, produksi gas dari lapangan tersebut baru mencapai 70 juta kaki kubik (MMSCFD), memasuki Maret 2015 produksinya sudah menapai 120 MMSCFD, dan diperkirakan pada 2015 bisa mencapai 190 MMSCFD.
Sementara itu, Chief Operation and Commercial Officer Saka Energi, Tumbur Parlindungan, mengatakan, di luar lapangan migas yang sudah berproduksi itu, Saka Energi juga memiliki “participating interest” di berbagai blok migas, seperti Blok Ketapang, Madura, Jawa Timur sebesar 20 persen, Blok Bangkanai, Kalimantan Tengah 30 persen, Blok Muara Bakau 11,66 persen, dan Blok West Bangkanai, Kalimantan Tengah 30 persen, dan Blok Muriah, Madura, Jawa Timur 20 persen.
Beberapa di antaranya mulai berproduksi pada akhir 2015, seperti Blok Ketapang merupakan blok dalam tahap menjelang produksi yang diperkirakan mulai berproduksi pada kuartal IV 2015. Blok Bangkanai akan menghasilkan gas pada kuartal IV 2015, sedangkan Blok Muara Bakau mulai berproduksi pada kuartal IV 2017.
Menurut Tumbur, untuk mengembangkan blok-blok migas tersebut, Saka Energi mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar 390 juta dolar AS atau sekitar Rp5,03 triliun untuk investasi dalam beberapa tahun ke depan.
“Sumber pembiayaan investasi itu merupakan domain induk perusahaan (PGN), saya tidak bisa menyebutkan,” Tumbur.
Saka Energi bergerak di usaha hulu minyak dan gas bumi, telah mengkontribusi signifikan untuk pengambangan usaha PGN dalam menyediakan energi nasional, dan berkomitmen membantu pemerintah dalam menemukan cadangan-cadangan gas maupun minyak di wilayah Indonesia.
“Dengan aset maupun kemampuan yang dimiliki Saka Energi, kami ingin membantu pemerintah dalam meningkatkan kehandalan pasokan gas bumi dan minyak untuk mewujudkan ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh: