Jakarta, Aktual.co — Pemerintahan Presiden Joko Widodo yang memiliki konsep mewujudkan Poros Maritim Dunia melalui berbagai kementerian terkait melaksanaan pemetaan laut nasional untuk mengembangkan potensi yang ada di kawasan perairan Republik Indonesia.
“Penyusunan tata ruang wilayah laut nasional penting bagi Indonesia untuk mewujudkan visi pembangunan kelautan dan perikanan,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam seminar “Membangun Poros Maritim Dunia dalam Perspektif Tata Ruang Laut Nasional” di Jakarta, Selasa (28/4).
Untuk itu, ujar dia, pihaknya juga bakal mengembangkan berbagai pusat perekonomian kelautan dengan menekankan aspek kedaulatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan.
Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan mengemukakan, pihaknya juga selaras dengan KKP untuk mewujudkan Poros Maritim Dunia. Menurut Ferry, hal tersebut juga sesuai dengan esensi pidato Presiden Joko Widodo saat dilantik yang mengatakan bahwa bangsa Indonesia telah lama memunggungi laut.
Menteri Agraria dan Tata Ruang menegaskan, hal tersebut menyiratkan bahwa Indonesia ingin mengembalikan kejayaan maritim dengan memberdayakan potensi yang ada di kawasan perairan nasional. Ia menegaskan bahwa pihaknya menentang bila ada pengusaha yang ingin melakukan reklamasi laut antara lain hal tersebut juga berpotensi menyempitkan tata ruang laut di kawasan perairan Indonesia.
“Dengan reklamasi maka yang akan bertambah hanya wilayah darat sehingga akan merugikan kawasan laut,” katanya.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto mengungkapkan potensi lahan budi daya perikanan laut yang terdapat di berbagai daerah di Tanah Air baru dimanfaatkan dua persen.
“Saat ini potensi lahan marikultur (budi daya perikanan laut) Indonesia yang mencapai 4,58 juta hektare baru dimanfaatkan sekitar dua persen,” kata Slamet dan menambahkan, terdapat banyak prospek pengembangan usaha budi daya perikanan yang dapat dilakukan mulai wilayah garis pantai hingga ke area lepas pantai Indonesia.
Dirjen Perikanan Budidaya KKP juga mengingatkan bahwa pengembangan budidaya perikanan sejalan dengan visi misi Kabinet Kerja untuk mendorong laut menjadi sumber ekonomi bangsa di masa depan dan menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.
Untuk itu, ujar Slamet, KKP bakal mengembangkan sejumlah komoditas unggulan seperti rumput laut yang ke depannya akan dikembangkan untuk wilayah garis pantai sampai dengan 4 mil. Sedangkan untuk wilayah di atas 4 mil dapat dikembangkan budi daya laut dengan menggunakan Karamba Jaring Apung dengan komoditas yang disesuaikan dengan kondisi setiap wilayah.
Ia memaparkan, contoh budi daya perikanan yang dapat dikembangkan di masing-masing wilayah tersebut antara lain ikan kakap, kerapu, bawal bintang, abalone atau bahkan tuna. “Di samping itu, komoditas marikultur merupakan komoditas ekspor dan banyak diminati oleh pasar luar negeri yang masih sangat terbuka lebar,” katanya.
Artikel ini ditulis oleh:

















