Jakarta, Aktual.co — Pengamat Psikologi Politik UI Dewi Haroen menilai Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ketakutan jelang aksi massa pada 20 Mei mendatang. 
Menurutnya, undangan kepada elemen mahasiswa tidak cocok dilakukan oleh wantimpres.
“Saya rasa nggak cocok lah undangan wantimpres kepada mahasiswa, itu nggak harus terbuka begitu. Deketin aja secara informal dulu. Kalau hanya arogansi wantimpres mau ngapain, itu kan beda generasi, tengah-tengahnya baru Jokowi. Wantimpres juga  seperti ada kecemburuan sosial juga,” ujar Dewi di Jakarta, Selasa (28/4).
“Undangan itu tidak perlu lah di formalkan. Wantimpres jadi kaya ketakutan mereka terlalu menganggap serius sekali. Lebih baik pendekatan in formal ke mahasiswa. Dan justru harusnya Jokowi sendiri yang manggil mahasiswa bukan wantimpres,” lanjutnya.
Selain itu, mengundang mahasiswa bukanlah tugas dari wantimpres. Malah jika perlu, Jokowi turun langsung untuk berdiskusi dengan mahasiswa sebagai penyambung lidah rakyat.
“Wantimpres kan hanya untuk memberikan nasihat dan pertimbangan kepada presiden. Nggak bener ini kalau urusin mahasiswa, Jokowi lah turun tangan, berarti Jokowi nggak bisa kerja dong?” katanya.

Artikel ini ditulis oleh: