Jakarta, Aktual.co —  Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi yang masuk ke Indonesia triwulan pertama (Januari-Maret 2015) sebesar Rp124,6 triliun, meningkat 16,9 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2014. Realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp42,5 triliun atau meningkat 22,8 persen, sedangkan realisasi penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp82,1 triliun atau meningkat 14,0 persen.

Kepala BKPM, Franky Sibarani mengatakan bahwa peningkatan tersebut memberikan gambaran yang positif bagi investasi di Indonesia. Menurutnya, sebaran lokasi PMA dan PMDN masih didominasi di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, Jakarta, dan Banten.

“Peningkatan investasi ada yang masuk PMDN di Kalimantan Selatan, PMA di Kalimantan Timur, dan Jawa Barat. Pergerseran ke luar Jawa sudah terlihat,” ujar Franky di Jakarta, Selasa (28/4).

Untuk PMA, peringkat pertama berasal dari Singapura dengan realisasi investasi sebesar USD1,23 miliar dan memiliki 610 proyek. Peringkat kedua yaitu Jepang, dengan realisasi investasi sebesar USD1,21 miliar dan memiliki 343 proyek, peringkat ketiga yaitu Korea Selatan dengan realisasi sebesar USD634 miliar dan memiliki 371 proyek.

“Peringkat selanjutnya yaitu Inggris dengan realisasi investasi sebesar USD357,3 juta, Amerika Serikat (AS) sebesar USD292,1 juta, Malaysia sebesar USD286,8 juta, Belanda sebesar USD239,1 juta, dan British Virgin Island sebesar USD223 juta,” jelasnya.

Hongkong dan Tiongkok kedua kalinya masuk dalam peringkat sepuluh besar, setelah sebelumnya di triwulan empat 2014. Realisasi investasi Hongkong sebesar USD146,5 juta dengan proyek sebanyak 70, dan realisasi Tiongkok sebesar USD75,1 juta dengan 200 proyek.

“Hongkong dan Tiongkok memang sekarang ini cenderung ke pengolahan mineral, di Sulawesi dan Kalimantan itu bauksit dan nikel, sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk hilirisasi mineral. Kami harapkan komitmen mereka yang besar, termasuk listrik bisa terealisasi,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka