Jakarta, Aktual.co — Pidato Presiden Joko Widodo saat membuka Konferensi Asia Afrika yang menyebut bahwa perekonomian dunia tidak semestinya hanya bergantung pada Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia dan Asian Development Bank rupanya berbuntut panjang. Jokowi sempat meluruskan tafsir masyarakat dengan mengatakan bahwa Indonesia tidak anti dengan IMF, Bank Dunia dan ADB.
“Siapa yang bilang Indonesia anti-IMF. Siapa? Kita kan masih minjem uang ke sana (IMF),” kata Jokowi di Bandara Halim Perdanakusumah sebelum berangkat ke Malaysia mengahdiri KTT Asean beberapa waktu lalu.
Tak berhenti sampai disitu, pernyataan Jokowi yang menyebut Indonesia masih berhutang ke (IMF) dan Bank Pembangunan Asia (ADB) lantas dikritik bahkan dikoreksi oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Pak Jokowi mengatakan yg intinya Indonesia masih pinjam uang ke IMF. Berarti kita dianggap masih punya utang kepada IMF,” kata SBY, seperti dikutip Aktual.co dari akun twitter resminya, @SBYudhoyono, pada Selasa (28/4).
SBY mengatakan bahwa pernyataan Jokowi terkait Indonesia yang masih berhutang ke IMF adalah keliru. SBY menegaskan Indonesia telah melunasi seluruh utangnya sebesar US $ 9,1 miliar kepada IMF sejak tahun 2006 lalu, 4 tahun lebih cepat dari jadwal pembayaran.
“Saya harus mengatakan bahwa pernyataan Pak Jokowi tsb salah. Indonesia sudah melunasi semua utang kpd IMF pada th 2006 lalu,” lanjut SBY.
“Utang Indonesia ke IMF yg keseluruhannya berjumlah US $ 9,1 milyar, sisanya telah kita lunasi th 2006, 4 th lebih cepat dari jadwal,” papar SBY.
“Sejak 2006, Indonesia tidak jadi pasien IMF. Tidak lagi didikte IMF. Kita merdeka & berdaulat utk merancang pembangunan ekonomi kita,” tegas SBY lagi.
Menurut SBY, ada tiga alasan yang diambil untuk mempercepat pelunasan hutang tersebut. Pertama, ekonomi Indonesia sudah tumbuh relatif tinggi. Sektor riil juga sudah mulai bergerak. Ini masih ditambah dengan fiskal yang aman dan cukupnya cadangan devisa. Kedua, Indonesia tidak lagi didekte dan minta persetujuan kepada IMF dan negera-negara donor yang tergabung dalam Consultative Groups on Indonesia (CGI) dalam pengelolaan ekonomi. Bahkan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mereka tak lagi mendikte Indonesia.
“Rakyat Indonesia tidak lagi dipermalukan dan merasa terhina, karena kita tidak lagi menjadi pasien IMF. Bebas dari trauma masa lalu,” kata SBY menyebut alasan ketiga melunasi hutang ke IMF.
SBY menambahkan Indonesia justru berposisi sebagai salah satu negara donor di IMF sejak 2012. “Pd kunjungan pemimpin IMF th 2012, kita diminta utk menaruh dana di IMF, utk bantu negara yg alami krisis. Tangan kita berada di atas,” papar SBY lagi.
Dalam hal ini, kata SBY, dirinya perlu meluruskan pernyataan Jokowi tersebut karena bisa dianggap berbohong. “Jika pernyataan Presiden Jokowi tersebut tidak saya koreksi, rakyat bisa menuduh saya yang berbohong. Kebenaran bagi saya mutlak,” kata SBY.
Artikel ini ditulis oleh:

















