Jakarta, Aktual.co — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit terhadap KPU dan akan melaporkannya ke DPR, Jumat (29/5) besok. 
“Termasuk didalamnya lembaga KPU yang menggunakan uang negara. Dan kalau itu yang diminta maka kami akan men-summary dan memberi highlight kembali kepada DPR. Sehingga apakah itu cukup, tapi ada juga permintaan untuk yang sifatnya kedepan,” ujar Ketua BPK RI Harry Azhar Aziz di DPR, Jakarta, Kamis (28/5).
Harry menuturkan, BPK pernah melakukan audit terhadap kesiapan pemerintah menghadapi bencana.Pasalnya, bencana belum terjadi, uang belum tersedia, berapa kebutuhan uang, bagaimana sistem organisasi yang harus siap menghadapi bencana, apa jenis bencananya, dan lain sebagainya.
“Kira-kira begitu juga dengan KPU. Karena ini pilkada serentak 269 daerah akan melakukan pilkada serentak, apakah siap seluruh daerah. Apakah KPU siap, apakah polisi siap, dan lain-lain. Audit jenis apa yang mau dilakukan?” tuturnya.
Untuk itu, lanjutnya, keputusannya, besok sore akan dilakukan pertemuan teknis antara komisi II dan III.
“Yang dengan anggota kami, anggota BPK, anggota I pak Agung Firman dalam bentuk rapat konsultasi untuk mengetahui apa sesungguhnya sifat dan jenis audit yang diharapkan bisa kami lakukan,” ungkapnya.
Selain itu, ditanya terkait apakah permintaan DPR itu keseluruhan atau hanya pilkada saja. Harry menjelaskan, hal tersebut yang akan dibicarakan antara Komisi II, III, dan anggota I BPK.
Sementara, soal permintaan audit investigatif yang diajukan DPR, Harry menyebut semua juga akan dibicarakan besok.
“Kalau di surat yang masuk ke kami itu permintaannya audit kinerja. Tapi mungkin saja itu berubah setelah besok pertemuan,” katanya.
Terkait kendala teknis jika audit BPK diminta selesai satu bulan oleh DPR, Harry mengatakan tergantung permintaan.
“Nah makanya jadi disampaikan oleh anggota I tadi bahwa tergantung permintaannya. Kalau permintaannya ada 10, maka waktunya tidak mungkin satu minggu atau satu bulan. Mungkin barangkali perlu 6 bulan. Tapi kalau permintaannya dikecilkan jadi 5 poin, mungkin tiga bulan. Permintaannya dikecilkan jadi 3, mungkin 2 bulan. Permintaan satu ya mungkin sebulan bisa.”

Artikel ini ditulis oleh: